BNNP Jateng: Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Jateng Capai 195 Ribu Orang

  • 26 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkapkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah mencapai sekitar 195 ribu orang atau 1,7 persen dari jumlah penduduk. Angka tersebut menjadi perhatian serius karena Kota Semarang tercatat sebagai daerah dengan tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba tertinggi di provinsi ini.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Agus Rohmat mengatakan, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan, khususnya bagi generasi muda. Tahun ini, HANI mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045."

"Kita berharap anak-anak Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Mereka adalah calon pemimpin Indonesia pada 2045 sehingga harus kita lindungi dari ancaman narkoba," kata Agus Rohmat usai kegiatan Jalan Sehat HANI 2026 di Kantor BNNP Jawa Tengah, Semarang, Minggu 26 Juli 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei prevalensi BNN secara nasional, penyalahgunaan narkoba pada kelompok generasi muda mengalami kenaikan sekitar dua persen. Karena itu, BNNP Jawa Tengah memfokuskan program tahun ini pada pencegahan sejak dini melalui pelibatan generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga didorong menjadi agent of change dan agent of influence dengan memproduksi konten kreatif di media sosial yang mengampanyekan bahaya narkoba.

Di tingkat Jawa Tengah, Agus menyebut terdapat sekitar 195 ribu penyalahguna narkoba atau setara 1,7 persen. Meski angkanya masih di bawah prevalensi nasional, kondisi tersebut dinilai tetap mengkhawatirkan sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. "Jangan sampai angka ini terus meningkat. Karena itu kami mengutamakan kolaborasi pentahelix, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, sivitas akademika, hingga media massa," ujarnya.

Agus mengungkapkan, berdasarkan pemetaan BNNP Jawa Tengah, Kota Semarang menempati peringkat pertama tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba. Posisi berikutnya ditempati Surakarta, Banyumas, dan Cilacap.

"Kami menggalang dukungan Wali Kota Semarang bersama Forkopimda karena Kota Semarang berada di peringkat pertama kerawanannya. Harapannya, sinergi seluruh pihak mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, BNNP Jawa Tengah juga meluncurkan gerakan Sobat Ananda Bersinar, sebuah gerakan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawasi dan melindungi anak-anak dari bahaya narkoba sejak lingkungan keluarga.

Selain itu, BNNP memberikan penghargaan kepada tiga lembaga yang dinilai aktif mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Penghargaan tersebut diharapkan menjadi teladan bagi institusi lain untuk ikut berkontribusi dalam upaya pemberantasan narkoba.

Terkait tren penyalahgunaan narkotika, Agus mengatakan sabu dan ganja masih menjadi jenis yang paling banyak dikonsumsi. Namun, BNNP juga mewaspadai penyalahgunaan obat-obatan seperti eximer, alprazolam, dan trihexyphenidyl, serta meningkatnya penggunaan New Psychoactive Substances (NPS), termasuk ganja sintetis berbentuk cairan yang disamarkan melalui rokok elektrik atau vape.

"Ini sangat berbahaya karena seolah-olah hanya menggunakan rokok elektrik biasa, padahal isinya dicampur narkotika. Kami mengimbau orang tua, guru, dan tokoh masyarakat untuk melarang anak-anak menggunakan rokok elektrik," ucapnya.

Untuk memperkuat pencegahan di kalangan pelajar, BNNP Jawa Tengah terus mengembangkan program Sekolah Bersinar dan Kampus Bersinar melalui pembentukan kader antinarkoba di lingkungan pendidikan yang melibatkan siswa, mahasiswa, serta tenaga pendidik. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....