Ketergantungan Narkoba Ubah Fungsi Otak, Penanganannya Harus Berbasis Kesehatan
- 26 Agt 2026 11:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ketergantungan narkoba tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui tahapan penggunaan berulang yang dapat berkembang menjadi adiksi. Kondisi ini ditandai sejumlah gejala yang perlu dikenali.
Hal itu disampaikan Psikiater RSI Sultan Agung Dr. Rifqi Ali Zaki dalam Seminar Edukasi Pencegahan Narkotika Menuju Jateng Bersinar. Kegiatan tersebut digelar FPPI Jawa Tengah di Auditorium RRI Semarang, Rabu 26 Agustus 2026
Dikatakan Rifqi, adiksi diawali dorongan kuat atau keinginan menggunakan zat tertentu. Keinginan tersebut dapat muncul karena pengguna mengejar efek menyenangkan dari narkoba.
Tahap berikutnya adalah kehilangan kontrol terhadap penggunaan zat. Pengguna tetap terdorong mengonsumsi narkoba meski mengetahui dampak buruk yang ditimbulkannya.
Adiksi juga ditandai toleransi, ketika tubuh membutuhkan dosis lebih besar untuk memperoleh efek yang sebelumnya dirasakan. Misalnya, satu gram yang sebelumnya dianggap cukup kemudian tidak lagi memberikan efek serupa.
Pengguna akhirnya meningkatkan dosis menjadi satu setengah hingga dua gram untuk mendapatkan efek yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan tubuh telah mengalami toleransi terhadap zat yang digunakan.
Gejala putus zat juga menjadi tanda ketergantungan, terutama ketika penggunaan narkoba dihentikan setelah konsumsi dalam dosis tinggi. Keluhan dapat berupa badan tidak nyaman, panas, atau gejala fisik lainnya.
Menurut Rifqi, pengguna juga dapat terus mengonsumsi narkoba meski mengetahui bahayanya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya gangguan kontrol terhadap penggunaan zat adiktif.
Ia menegaskan, ketergantungan narkoba dapat mengubah fungsi otak dan perilaku sehingga perlu ditangani sebagai masalah kesehatan. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....