Pakan Hijau Ternak Rawan Terdampak Kemarau, Peternak Susu Didorong Gunakan Silase
- 24 Jul 2026 20:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Musim kemarau mulai mengancam ketersediaan pakan hijauan bagi ternak sapi perah di Jawa Tengah. Untuk menjaga produksi susu tetap stabil, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong peternak memanfaatkan pakan fermentasi atau silase sebagai cadangan selama musim kering.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, drh Andiningtyas Mula Pertiwi, mengatakan ketersediaan hijauan segar biasanya menurun saat kemarau. Padahal, sekitar 70 persen keberhasilan usaha peternakan ditentukan oleh kualitas dan kecukupan pakan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota dan para peternak menyiapkan langkah antisipasi melalui penyediaan cadangan pakan. Salah satunya dengan memberikan bimbingan teknis pembuatan silase kepada peternak sapi perah.
"Kami memberikan pelatihan bimtek kepada para peternak. Silase ini merupakan salah satu cara mengolah pakan hijauan, dengan menyimpannya dalam kondisi anaerob," ujar Andiningtyas, Jumat 24 Juli 2026.
Ia menjelaskan, silase dibuat melalui proses fermentasi hijauan segar dalam kondisi kedap udara. Jika prosesnya dilakukan dengan benar, pakan tersebut sudah dapat digunakan setelah sekitar tiga minggu dan mampu disimpan hingga tiga tahun.
Selain memastikan ketersediaan pakan, Pemprov Jawa Tengah juga berupaya menjaga pasokan air bagi peternakan sapi perah selama musim kemarau. Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah telah mengajukan bantuan pompa air kepada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian.
Menurut Andiningtyas, ketersediaan air tidak hanya penting untuk kebutuhan minum ternak, tetapi juga membantu menjaga produksi hijauan pakan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas sapi perah sepanjang musim kemarau.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat upaya pencegahan penyakit ternak. Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK), pemberian vaksin penguat, pengawasan lalu lintas ternak, hingga layanan kesehatan hewan keliling terus digencarkan.
"Untuk pencegahan penyakit, vaksinasi PMK dan pemberian booster terus digencarkan. Selain itu, penting untuk memperketat biosekuriti atau lalu lintas ternak. Di samping itu, kami juga memiliki layanan kesehatan hewan keliling atau Healing, yang terus dilakukan," ungkapnya.
Saat ini, Jawa Tengah menjadi daerah penghasil susu terbesar ketiga di Indonesia dengan produksi sekitar 75 ribu ton per tahun. Sentra produksi susu tersebar di Boyolali, Kabupaten Semarang, Salatiga, Banyumas, Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara.
Andiningtyas menambahkan, investasi peternakan sapi perah di Kabupaten Brebes diyakini akan meningkatkan produksi susu secara signifikan. Dengan populasi sekitar 30 ribu ekor sapi perah, kawasan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 180 ribu ton susu per tahun atau meningkat sekitar 2,4 kali lipat dibanding produksi Jawa Tengah saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....