Kekeringan Ancam Kabupaten Pekalongan, 816 Warga Sragi Mulai Krisis Air Bersih

  • 26 Jul 2026 12:45 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Kekeringan Ancam Kabupaten Pekalongan, 816 Warga Sragi Mulai Krisis Air Bersih
  • sedikitnya 10 kecamatan yang mencakup 39 desa dan kelurahan berpotensi mengalami kekeringan selama musim

RRI.CO.ID, Pekalongan – Ancaman kekeringan mulai meluas di Kabupaten Pekalongan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan memetakan sedikitnya 10 kecamatan yang mencakup 39 desa dan kelurahan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung hingga September.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto mengatakan, musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibanding biasanya. Dampaknya mulai terasa dengan menurunnya debit air di sejumlah embung desa serta tersendatnya pasokan air untuk lahan pertanian.

"Mitigasi sudah kami lakukan dengan memetakan wilayah-wilayah rawan kekeringan. Saat ini ada 10 kecamatan yang terdiri atas 39 desa dan kelurahan yang menjadi prioritas penanganan," ujar Agus, Minggu 26 Juli 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, kata dia, BPBD telah menjadwalkan pendistribusian air bersih secara bergiliran (shifting) ke desa-desa terdampak. Selain itu, BPBD juga menyiapkan 18 unit tandon air yang akan disebar ke sejumlah titik rawan kekeringan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama dengan tidak membakar sisa panen tebu maupun jerami padi.

Sementara itu, dampak kekeringan mulai dirasakan warga di Kelurahan Sragi. Lurah Sragi, Teguh mengungkapkan, selama dua pekan terakhir sedikitnya tiga dukuh mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Ketiga wilayah tersebut meliputi Dukuh Ringinpitu dengan 126 kepala keluarga (480 jiwa), Dukuh Pesantren sebanyak 47 kepala keluarga (141 jiwa), serta Dukuh Gembyong yang dihuni 65 kepala keluarga (195 jiwa). Secara keseluruhan terdapat 238 kepala keluarga atau 816 jiwa yang kini terdampak krisis air bersih.

Menurut Teguh, selama sepekan terakhir warga telah menerima bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Pekalongan. Namun, kebutuhan air masih cukup tinggi sehingga pihaknya berharap ada tambahan bantuan dari instansi pemerintah maupun lembaga sosial lainnya.

"Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau ini," kata Teguh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....