El Nino Picu Krisis Air, PMI Siapkan 200 Truk Tangki untuk Warga Terdampak

  • 31 Jul 2026 18:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang -Dampak El Nino tidak hanya mengancam sektor pertanian, tetapi juga memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk membantu masyarakat terdampak, Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan sekitar 200 truk tangki air yang siap diterjunkan ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, kekeringan akibat El Nino menjadi tantangan serius karena berpengaruh langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Oleh sebab itu, PMI terus memperkuat kesiapsiagaan agar bantuan dapat disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

Menurut Jusuf Kalla, tugas utama PMI adalah mengurangi penderitaan masyarakat yang terdampak bencana maupun situasi darurat lainnya. Karena itu, seluruh jajaran PMI harus selalu siaga untuk memberikan pertolongan kapan pun dibutuhkan.

“PMI tidak mempunyai kantor, tetapi mempunyai markas. Markas itu seperti markas polisi, kita siap 24 jam kalau ada apa-apa. PMI siap membantu masyarakat kapan pun kejadiannya,” ujarnya sela acara pelantikan kepengurusan PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026–2031 di gedung Gradika Bakti Praja Semarang, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan menjadi keharusan mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Relawan PMI sebagai ujung tombak pelayanan kemanusiaan juga harus didukung pelatihan, logistik, dan peralatan yang memadai.

Di Jawa Tengah, operasi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak kekeringan telah dilakukan secara masif. Ketua PMI Jawa Tengah Haryanto melaporkan sebanyak 2,2 juta liter air bersih telah didistribusikan melalui 433 kali pengiriman menggunakan 18 truk tangki.

Bantuan air bersih tersebut menjangkau 88 desa yang tersebar di 48 kecamatan pada 14 kabupaten dan kota. Total penerima manfaat mencapai 109.317 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau.

Meski demikian, Haryanto mengakui distribusi bantuan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan armada karena belum semua PMI kabupaten dan kota memiliki truk tangki air.

“Setelah dilantik, kami bersama pengurus akan melaksanakan tugas pengabdian kemanusiaan, bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu program-program di bidang kebencanaan, sosial, kesehatan, pembinaan generasi muda maupun relawan, dan pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Haryanto.

Melalui penguatan armada dan sinergi dengan pemerintah daerah, PMI berharap dapat memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat terdampak kekeringan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah ancaman El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....