Disbudpar Semarang Siapkan Pendampingan Intensif agar Desa Wisata Naik Kelas
- 19 Jul 2026 17:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang terus memperkuat pengembangan desa wisata melalui program pendampingan yang menyasar kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), hingga penyusunan paket wisata. Langkah tersebut dilakukan melalui Program “Sibarista” (Sinau Bareng Pariwisata), agar setiap desa wisata memiliki identitas yang kuat dan siap dipasarkan kepada wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, pengembangan desa wisata diawali dengan penataan organisasi dan peningkatan kapasitas SDM. Selanjutnya, Disbudpar menjalankan program pendampingan melalui tim kecil yang turun langsung ke desa wisata.
Hal itu disampaikan Indriyasari usai mengikuti Diseminasi Strategi Promosi Pariwisata Nusantara di Era Digital bertajuk Makin Dikenal, Makin Dikunjungi di Hotel Dafam Semarang, Minggu 19 Juli 2026. Menurutnya, tim pendamping membantu masyarakat menggali potensi yang dimiliki setiap desa, mulai dari daya tarik wisata, sarana dan prasarana pendukung, kuliner khas, hingga produk UMKM.
Seluruh potensi tersebut kemudian dirancang menjadi paket wisata yang memiliki nilai jual. "Setiap desa wisata harus memiliki ciri khas yang membedakan dengan desa wisata lainnya, potensi itu kemudian kami kemas menjadi paket wisata yang siap dipasarkan," ujarnya.
Setelah paket wisata disusun, Disbudpar akan melakukan uji coba dengan mengunjungi lokasi sekaligus mendokumentasikan pengalaman wisata. Tahap berikutnya, pengelola desa wisata akan dilatih memasarkan paket wisata secara langsung sebelum dipromosikan lebih luas kepada masyarakat.
Indriyasari mengatakan, upaya tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata RI serta berbagai mitra, termasuk DPR RI, melalui kolaborasi dalam pembinaan dan promosi desa wisata. Sinergi itu diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas desa wisata di Kota Semarang.
Ia berharap seluruh desa wisata di Kota Semarang nantinya memiliki paket wisata unggulan yang dapat dipasarkan secara terpadu sehingga mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan. Terkait promosi digital, Indriyasari mengakui sebagian besar desa wisata telah memiliki media sosial.
Namun, menurutnya, konten yang disajikan masih cenderung biasa dan belum mampu menarik perhatian calon wisatawan. Karena itu, ia mendorong pengelola desa wisata untuk menghadirkan konten yang lebih kreatif dengan mengoptimalkan keunggulan yang dimiliki.
Promosi juga dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah maupun influencer, namun tetap harus menyampaikan kondisi destinasi secara jujur agar tidak menimbulkan ekspektasi yang berlebihan dari wisatawan.
"Daya tarik desa wisata harus ditampilkan secara menarik, tetapi tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kejujuran dalam promosi akan membangun kepercayaan wisatawan dan mendorong kunjungan yang berkelanjutan," kata Indriyasari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....