Jajaki Kerjasama dengan IOA Global, Jateng Potensi Gaet Investor China-Eropa

  • 14 Jul 2026 16:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Jawa Tengah berpeluang mendapat gelombang investasi baru dari China dan Eropa melalui penjajakan kerja sama yang dilakukan Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura. Tidak hanya investasi manufaktur berteknologi tinggi, kerja sama juga mencakup pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Executive Chairman IOA Global Pte Ltd, Daryl Tan Chen Ming, mengatakan kunjungan delegasinya ke Jawa Tengah merupakan langkah awal untuk memetakan peluang kolaborasi dengan jaringan mitra dari Fujian dan Xiamen, China. Sejumlah mitra tersebut dijadwalkan datang pada Oktober 2026 untuk memfinalisasi rencana kerja sama yang akan dijalankan bersama.

Salah satu mitra yang akan dibawa merupakan perusahaan manufaktur sepatu berteknologi tinggi dari China yang tengah menjajaki pembangunan fasilitas produksi di Jawa Tengah. Selain itu, IOA juga berencana menghadirkan investor dari China dan beberapa negara Eropa untuk menilai langsung potensi investasi di daerah ini.

“Pertemuan ini masih merupakan kunjungan awal. Nantinya, mitra-mitra kami akan datang pada Oktober, sehingga kita bisa memfinalisasi apa saja yang perlu dikerjakan bersama,” kata Daryl saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di kantornya, Selasa 14 Juli 2026.

Menurut Daryl, kerja sama yang dijajaki merupakan proyek jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada investasi. Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan juga menjadi bagian penting dalam kolaborasi tersebut.

Fujian, kata dia, memiliki banyak industri manufaktur berteknologi tinggi yang dapat dikembangkan di Jawa Tengah. Kehadiran industri tersebut sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dunia usaha.

Generasi muda Jawa Tengah juga berpeluang mengikuti pendidikan maupun pelatihan di China melalui skema kerja sama yang sedang disiapkan. Sebaliknya, tenaga ahli dari China dapat datang ke Jawa Tengah untuk memberikan pelatihan teknologi dan keterampilan baru.

Daryl mengungkapkan keluarganya telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad. Pengalaman tersebut membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah melalui pertukaran mahasiswa, dosen, pengetahuan, dan tenaga ahli.

“Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah,” ujarnya.

Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, menilai Jawa Tengah memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat dan pelaku usaha dari Fujian. Kondisi itu dinilai memudahkan investor maupun perusahaan asal wilayah tersebut untuk beradaptasi dan mengembangkan usaha di Jawa Tengah.

“Karena itu, saya rasa budayanya memiliki banyak persamaan. Jadi, lebih mudah bagi masyarakat ataupun pengusaha dari Provinsi Fujian untuk datang ke sini karena terdapat elemen-elemen yang lebih mereka pahami dibandingkan daerah lain di Indonesia,” kata Razali.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah daerah siap memberikan kepastian, keamanan, pendampingan, serta pengawalan proses perizinan bagi calon investor. Pemprov juga menawarkan sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Menurut Luthfi, sektor industri padat karya tetap menjadi prioritas karena memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi. Kesiapan tenaga kerja didukung hampir 1.500 sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja yang diarahkan agar selaras dengan kebutuhan industri.

“BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan,” ujar Luthfi.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, total investasi Singapura pada periode 2022 hingga Triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun. Pada Triwulan I 2026, Singapura menjadi kontributor terbesar penanaman modal asing di Jawa Tengah dengan nilai Rp3,333 triliun atau sekitar 25,8 persen dari total investasi asing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....