Puncak Waisak 2570 BE, Ribuan Lampion Menerangi Langit Candi Borobudur

  • 01 Jun 2026 13:18 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Lentera Perdamaian Dunia
  • Candi Borobudur
  • Waisak 2570 BE

RRI.CO,ID, Kabupaten Magelang- Ribuan lampion menerangi langit Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada malam puncak perayaan Waisak 2570 BE/ 2026, Minggu, 31 Mei 2026 malam. Penerbangan 2570 lampion yang terbuat dari kertas khusus berlangsung dalam dua tahap, yakni sesi pertama berlangsung pukul 17.00-19.300 WIB, sedangkan sesi kedua pukul 21.30-23.00 WIB.

Penerbangan lampion tersebut menyedot antusias warga dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka sengaja datang ke Candi Borobudur untuk mengikuti acara yang bertajuk ‘Lentera Perdamaian Dunia' yang digelar pada puncak perayaan Waisak.

Warga asal Curug, Tangerang, Banten, Deny datang bersama dengan keluarganya untuk menerbangkan lampion disertai doa harapan. “Kami sekeluarga mengikuti acara ini juga dalam rangka mengisi libur panjang di akhir Mei hingga awal Juni,” katanya.

Deni mengatakan, meskipun baru pertama kali mengikuti acara penerbangan lampion di puncak Waisak, namun tidak ada kendala berarti dalam menerbangkannya. Sebelumnya, para peserta mendapat pengarahan dari petugas tentang cara menerbangkannya.

Ia menambahkan, pada penerbangan lampion tersebut, dirinya menyisipkan doia dan harapan yang ditempelkan di lampion tersebut. Doa dan harapan tersebut untuk bangsa Indonesia agar semakin maju dan makmur.

“Tidak lupa kami menyisipkan doa dan harapan di lampion yang diterbangkan. Doa dan harapan khusus agar bangsa Indonesia lebih maju dan makmur,” katanya.

Sementara itu, Beni dari Samarinda , Kalimantan Timur mengaku penerbangan lampion di tahun ini merupakan yang kedua kali baginya. Ia mengaku sangat senang bisa mengikuti acara yang sulit untuk dilupakan.

“Kami dengan keluarga sangat senang. Momen penerbangan lentera sangat memorable,”katanya.

Ia berharap, kegiatan tersebut semakin banyak diikuti peserta dan juga banyak yang datang ke Candi Borobudur. Seperti peserta lainnya, dirinya juga menyertakan doa-doa di lampion yang diterbangkan, yakni doa khusus bangsa Indonesia akan lebih baik.

“Kami juga berdoa agar bangsa Indonesia bisa lebih baik ke depannya. Selain itu, kami juga berdoa untuk keluarga agar tetap diberikan kesehatan,” katanya.

Menurutnya, pada pelaksanaan penerbangan lampion pada Waisak tahun ini, barisan peserta penerbangan lampion lebih tertata. Selain itu, lampu penerangan sekitar lokasi penerbangan lebih terang,sehingga para peserta lebih nyaman untuk menuju lokasi penerbangan.

Selain dihiasi ribuan lampion, pada puncak Waisak tersebut, panitia juga menerbangkan 570 buah lampu drone (pesawat tanpa awak). Penerbangan tersebut menampilkan cerita kehidupan Sang Buddha Gautama. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....