BPJamsostek Ajak Pekerja Siapkan Masa Depan Finansial melalui Program JHT dan JP
- 03 Jul 2026 19:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta kembali menyelenggarakan forum literasi NEW DIJAMIN (Digital Jamsostek Literation). Hal itu sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kegiatan ini mengangkat tema "Sudahkah Masa Depan Finansial Anda Terjamin? Mengenal Lebih Dekat Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP)". Ratusan peserta dari berbagai kalangan pekerja di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring, Rabu 1 Juli 2026.
Forum literasi ini menghadirkan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Cahyaning Indriasari, sebagai pembuka kegiatan (opening speech), Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, sebagai keynote speaker. Hadir pula Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Fajar Tri Utomo yang menyampaikan materi mengenai Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).
Kemudian Wakil Kepala Wilayah Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Rakesh Sitepu, yang membawakan materi mengenai perencanaan keuangan bagi pekerja. Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Cahyaning Indriasari, yang menekankan pentingnya mempersiapkan masa depan finansial sejak usia produktif.
Menurutnya, Indonesia saat ini tengah berada pada momentum bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif sangat besar sehingga menjadi peluang untuk membangun kesejahteraan di masa îtû. Indonesia saat ini sedang berada dalam periode bonus demografi, yaitu ketika jumlah penduduk usia produktif sangat besar.
"Ini merupakan momentum yang tepat untuk mulai mempersiapkan masa depan, termasuk menabung untuk hari tua. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang memiliki kesempatan atau kemampuan untuk menabung secara konsisten," katanya dalam keterangan, Jumat 3 Juli 2026.
Selain itu, lanjutnya, saat ini tidak sedikit yang lebih terdorong untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, padahal kebutuhan finansial di masa depan akan jauh lebih besar. "Karena itu, pemerintah telah menghadirkan instrumen perlindungan melalui Program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai pengaman finansial bagi para pekerja di masa pensiun," ujar Cahyaning.
Sebagai keynote speaker, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, mengapresiasi penyelenggaraan forum literasi DIJAMIN sebagai wadah edukasi yang membantu pekerja memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, tantangan pekerja saat ini tidak hanya bagaimana memperoleh penghasilan, tetapi juga bagaimana mengelola, melindungi, dan mempersiapkannya untuk masa depan.
"Perencanaan keuangan bukan hanya berbicara tentang bagaimana kita memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga bagaimana mempersiapkan perlindungan untuk masa depan. Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi bekal finansial ketika pekerja tidak lagi berada pada usia produktif, sedangkan Jaminan Pensiun (JP) menjaga kesinambungan penghasilan agar peserta tetap memiliki kehidupan yang layak di masa pensiun," ujarnya
"Di sisi lain, Jaminan Kematian (JKM) dan manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan kerja dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) menjadi jaring pengaman bagi keluarga ketika risiko datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Karena itu, seluruh manfaat program BPJS Ketenagakerjaan perlu dipahami dan dimanfaatkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang berkelanjutan," sambung Bambang.
Pada sesi materi, Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Fajar Tri Utomo, memberikan pemahaman menyeluruh mengenai Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Ia menjelaskan manfaat kedua program, mekanisme kepesertaan, persyaratan dan tata cara pengajuan klaim, serta berbagai layanan digital BPJS Ketenagakerjaan yang memudahkan peserta dalam memperoleh informasi maupun mengakses layanan.
Selanjutnya, Wakil Kepala Wilayah Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Rakesh Sitepu, menyampaikan materi mengenai perencanaan keuangan bagi pekerja. Dalam paparannya, ia mengajak peserta untuk mulai menyusun tujuan keuangan sejak dini, membangun kebiasaan menabung secara disiplin, mengelola pengeluaran berdasarkan kebutuhan dan prioritas, serta memanfaatkan Program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun sebagai bagian dari strategi mencapai keamanan finansial di masa depan.
Melalui forum literasi DIJAMIN, BPJS Ketenagakerjaan terus berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dan perencanaan keuangan yang sehat. Diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami bahwa Program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun bukan sekadar manfaat ketika memasuki usia pensiun, tetapi merupakan instrumen perlindungan yang membantu mewujudkan masa depan finansial yang lebih aman, mandiri, dan sejahtera bagi pekerja beserta keluarganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....