Kawasan Industri Wijayakusuma Butuh Terminal Kereta, Komisi VII DPR RI Siap Kawal
- 20 Jul 2026 20:25 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang - Kebutuhan terminal kereta api di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang menjadi perhatian Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan tersebut. Keberadaan terminal dinilai penting untuk mendukung mobilitas ribuan pekerja sekaligus memperkuat konektivitas kawasan industri yang terus berkembang.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengatakan usulan pembangunan terminal kereta menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan pengelola KIW. Padahal, jalur dan akses kereta api di sekitar kawasan industri sudah tersedia.
Menurut Evita, saat ini kereta api belum dapat melayani pekerja secara optimal karena tidak adanya terminal atau titik pemberhentian di kawasan tersebut. Kondisi itu membuat potensi transportasi massal yang lebih efisien belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.
"Akses dan konektivitas sebenarnya sudah ada, tetapi karena tidak ada terminal, kereta tidak berhenti di sini," kata Evita usai meninjau Kawasan Industri Wijayakusuma dan PT Philnesia International di Semarang, Senin 20 Juli 2026 sore.
Ia menilai keberadaan terminal kereta akan memberikan kemudahan bagi para pekerja yang setiap hari beraktivitas di kawasan industri tersebut. Dengan jumlah tenaga kerja yang sangat besar, kebutuhan transportasi yang aman, cepat, dan terjangkau menjadi semakin mendesak.
"Jumlah pekerja di sini sangat banyak. Mereka membutuhkan terminal kereta yang bisa memudahkan mobilitas dari dan menuju kawasan industri," ujarnya.
Evita menyebut usulan tersebut akan menjadi pekerjaan rumah bersama antara DPR dan pemerintah untuk dibahas lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurutnya, penguatan konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing kawasan industri.
Selain menyoroti kebutuhan transportasi, Komisi VII DPR RI juga mengapresiasi kondisi KIW yang dinilai telah memiliki pengelolaan utilitas yang cukup baik. Kawasan tersebut disebut tidak menghadapi persoalan serius terkait pasokan air maupun pengelolaan sampah.
Meski demikian, Evita mengingatkan pentingnya menjaga kualitas lingkungan mengingat lokasi kawasan industri berada dekat dengan pusat Kota Semarang dan kawasan permukiman. Pengelolaan limbah serta antisipasi penurunan muka tanah perlu terus menjadi perhatian agar tidak menimbulkan dampak lingkungan di masa depan.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Sugeng Riyanto, mengatakan pengembangan kawasan terus dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan investor yang meningkat. Fokus pengembangan tidak hanya pada perluasan kawasan, tetapi juga peningkatan utilitas dan layanan bagi tenant.
"Kita fokus pada perluasan kawasan dan pemenuhan utilitas yang diharapkan tenant. Komitmen layanan kepada investor harus tetap kami jaga," kata Sugeng.
Selain memperluas kawasan, KIW juga mulai menyiapkan transformasi menuju kawasan industri yang lebih ramah lingkungan. Langkah tersebut dilakukan melalui penyusunan roadmap industri hijau, penguatan pengelolaan limbah, dan pemanfaatan kembali air hasil pengolahan.
Menurut Sugeng, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing kawasan industri di tengah tuntutan global terhadap praktik usaha yang berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk rencana terminal kereta, KIW optimistis dapat menarik lebih banyak investasi ke Jawa Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....