Industri Hijau Jadi Keharusan, Jateng Siapkan Pelaku Usaha Hadapi Tuntutan Global
- 26 Jun 2026 17:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Transformasi menuju industri hijau menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga daya saing produk di pasar global. Melalui Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026, pemerintah mendorong semakin banyak pelaku usaha menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan penerapan industri hijau kini bukan lagi sekadar pilihan bagi dunia usaha. Perubahan kebijakan perdagangan global membuat standar lingkungan menjadi salah satu syarat penting dalam aktivitas industri.
"Industri hijau bukan sesuatu yang bisa dipilih atau tidak. Mau tidak mau, industri harus bergerak ke arah industri hijau karena tuntutan dunia sudah mengarah ke sana," ujarnya saat disela penilaian tahap II Penghargaan Industri Hijau Jateng di lantai 10 Gedung Merah Putih Kompeleks Kantor Gubernur Jateng, Kamis 25 Juni 2026.
Menurut Sumarno, sejumlah negara mulai menerapkan persyaratan ketat terhadap produk yang masuk ke pasar mereka. Produk yang dihasilkan melalui proses produksi yang tidak memperhatikan aspek lingkungan berpotensi menghadapi hambatan dalam perdagangan internasional.
Karena itu, Jawa Tengah berupaya mempercepat transformasi industri melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing industri sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026. Program ini menjadi sarana untuk mengukur sekaligus mengapresiasi komitmen berbagai pihak dalam menerapkan prinsip-prinsip industri hijau.
Dalam proses penilaian, aspek pengendalian emisi menjadi indikator penting yang diperhatikan. Selain itu, penggunaan energi hijau dan pemanfaatan energi terbarukan juga menjadi komponen utama dalam menentukan peserta terbaik.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 70 peserta dari berbagai kategori mengikuti seleksi administrasi pada tahap awal.
Peserta tersebut terdiri atas 16 pemerintah daerah, lima kawasan industri, 19 industri besar dan menengah, serta 30 industri kecil. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 47 peserta dinyatakan lolos ke tahap penilaian berikutnya.
Dari hasil penilaian tahap pertama, sebanyak 18 peserta terbaik dari kategori pemerintah daerah, kawasan industri, industri besar dan menengah, serta industri kecil berhasil melaju ke tahap kedua. Adapun, Kabupaten Grobogan, Purbalingga, Demak, Magelang, dan Kota Surakarta menjadi wakil pemerintah daerah yang masuk tahap kedua tersebut.
Sementara kategori kawasan industri diwakili Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Kawasan Industri Kendal, dan Kawasan Industri Terpadu Batang. Sedangkan peserta dari kategori industri besar dan menengah antara lain PT Sango Keramik Indonesia, PT Selalu Cinta Indonesia, PT Semen Grobogan, PT Semen Gresik, dan PT Papro Tbk.
Kemudian, kategori industri kecil diwakili pelaku usaha dari Pekalongan, Wonosobo, Purworejo, Surakarta, dan Kabupaten Semarang. "Penilaian Tahap 2 akan menetapkan 3 besar sebagai nominasi juara pertama," kata Emmy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....