CJIBF Tawarkan 26 Investasi Hijau, BI Jateng Perkuat Ekosistem Berkelanjutan
- 28 Agt 2026 18:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menawarkan 26 proyek investasi berstatus clean and clear dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026. Forum yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta pada 27 Agustus 2026 ini turut menghadirkan empat proyek pemenang Investment Challenge (IC) 2026.
Deretan proyek yang ditawarkan mencakup sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, manufaktur, pertanian dan hilirisasi pangan, logistik, kesehatan, pariwisata, hingga pengembangan kawasan industri. Keberagaman sektor ini menegaskan bahwa potensi investasi Jawa Tengah tidak lagi terpusat pada manufaktur konvensional, melainkan telah merambah ke sektor tersier bernilai tambah tinggi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menegaskan, kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi motor penggerak investasi hijau di daerah. "Kawasan industri dan KEK dapat memperkuat daya tarik daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kawasan dan lingkungan sekitarnya," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Nugroho menambahkan bahwa KERIS Jateng terus diperkuat sebagai katalis kolaborasi dalam promosi investasi daerah. "KERIS Jateng terus diperkuat sebagai katalis kolaborasi dalam promosi investasi daerah, termasuk melalui peningkatan kualitas proyek pada Investment Challenge dan promosi proyek berorientasi hijau," katanya.
Salah satu proyek unggulan dalam skema investasi hijau adalah pengembangan E3i Java Project Waste to Energy. Proyek pengolahan sampah menjadi energi terbarukan ini melibatkan Energy3 International, Inc. bersama 7 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan nilai investasi dalam MoU mencapai Rp5,2 triliun.
Komitmen investasi hijau juga tercermin dari penandatanganan kerja sama PT Hyrecmas Garam Nusantara senilai Rp681,84 miliar di KEK Kendal. Proyek produksi garam ramah lingkungan ini menjadi salah satu bukti nyata hilirisasi industri berbasis sumber daya lokal.
Bank Indonesia turut memperkuat bauran kebijakan guna mendukung transformasi ekonomi dan keuangan hijau di berbagai sektor. Dukungan tersebut diwujudkan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) ramah lingkungan, serta Kalkulator Hijau Bank Indonesia versi 2 untuk mengukur emisi gas rumah kaca.
Empat proyek pemenang Investment Challenge (IC) 2026 turut memperkaya portofolio investasi hijau yang ditawarkan. Kota Semarang keluar sebagai Juara I lewat proyek Semarang Logistic Hub – Urban Consolidation Center, disusul Kota Surakarta, Kota Salatiga dengan konsep Geriatric Wellness and Senior Living, serta Kabupaten Cilacap melalui Peternakan Ayam Terpadu.
Ajang Investment Challenge 2026 sendiri menjaring 43 proposal dari 34 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, yang dikurasi tim panelis lintas lembaga. Tim panelis tersebut terdiri dari Bank Indonesia, DPMPTSP, BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah, akademisi Universitas Diponegoro, dan PT Pembangunan Infrastruktur Indonesia.
| Baca juga: Luthfi Buka Jalan Industri Jateng Masuk IKN |
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen membangun iklim investasi yang cepat, mudah, dan pasti. "Kami berkomitmen membangun iklim investasi yang cepat, mudah, dan pasti, sekaligus memperkuat ekosistem investasi melalui infrastruktur termasuk lahan, dukungan SDM, kawasan industri, dan berbagai insentif," tegasnya.
Ahmad Luthfi menambahkan bahwa arah kebijakan investasi daerah ke depan difokuskan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi. "Arah kebijakan investasi Jawa Tengah difokuskan pada investasi yang meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, mendorong pemerataan ekonomi, serta mengakselerasi investasi hijau dan proyek-proyek konkret yang siap ditawarkan kepada investor," ujarnya.
Diberitakan RRI sebelumnya, Rangkaian one-on-one meeting (O3M) yang mengiringi forum ini turut mencatatkan hasil positif bagi proyek-proyek hijau tersebut. Sebanyak 60 sesi O3M diikuti 38 pelaku usaha, menghasilkan 37 Letter of Intent (LoI) dengan total rencana investasi Rp19,6 triliun.
Capaian ini melanjutkan tren positif dari CJIBF sebelumnya pada Mei 2026, yang mencatat 82 sesi O3M dengan 40 LoI senilai Rp16,91 triliun. Konsistensi pertumbuhan ini menunjukkan minat investor terhadap proyek hijau Jawa Tengah yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....