Hari Terakhir Pendaftaran SPMB, Komisi D Tinjau SD Kalibanteng Kidul 01
- 12 Jun 2026 19:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang Sekolah Dasar (SD) memasuki hari terakhir pada Jumat 12 Juni 2026. Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang melakukan sidak di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, Semarang Barat.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, tinjauan ini dilakukan untuk memastikan sistem penerimaan murid baru tahun 2026 berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti. Pasalnya, sebelum pelaksanaan SPMB pihaknya telah meminta ke dinas pendidikan sebagai mitra komisi D untuk mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak ada keluhan saat pelaksanaan.
"Karena berkaca dari tahun 2025 lalu, banyak sekolah yang kekurangan murid saat penerimaan murid baru. Sehingga di SD negeri Kalibanteng Kidul 01 ini justru kelebihan pendaftar calon murid baru," katanya.
Mualim mengungkapkan di hari terakhir masa pendaftaran ini informasi yang di dapatnya ada 106 calon murid baru. Padahal, kuota di SD tersebut hanya 84 siswa. Pihaknya ingin memastikan sekolah dan dinas untuk mencari solusi siswa yang belum diterima disini.
"Semuanya kan pengennya mau masuk disini. Karena pendaftarnya membludak, sehingga yang lainnya jangan sampai tidak mendapat sekolah, mengingat kuotanya yang terbatas, dan umur siswa diprioritaskan," katanya.
Pihaknya juga menghimbau jika dalam seleksi penerimaan murid baru, setelah pengumuman sekolah wajib memberikan pengertian dan transparan ke orangtua siswa.
"Mesti ada persaingan, baik dari nilai maupun umur yang sama, jadi tanggungjawab sekolah untuk mengedukasi masyarakat agar diberi pengertian dengan baik. Yang penting ada transparansi sehingga orangtua menerima dan tidak terjadi gesekan dan gejolak di masyarakat," ucapnya.
Menurut Mualim, pelaksanaan SPMB tahun ini cukup baik, dan minim komplain. Namun ia meminta jika ada permasalahan untuk segera ditangani agar tidak berkepanjangan.
"Alhamdulillah belum ada laporan kendala yang masuk, masih belum pengumuman. Kami minta setiap ada masalah bisa cepat ditangani tidak berlarut larut, baik dari dewan, dinas pendidikan dan pihak sekolah semuanya harus bergerak," katanya.
Mualim juga mengapresiasi dengan adanya sekolah swasta gratis oleh Pemerintah kota Semarang sehingga bisa membantu orang tua anak usia sekolah tidak putus di bangku sekolah. "Alhamdulillah, sekolah swasta gratis sekarang dilirik orangtua karena bobot sekolah swasta tidak kalah dengan sekolah negeri. Dan pemerintah kota berkontribusi ke sekolah swasta agar bisa diakses seluruh masyarakat," ujarnya.
Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan mengimbau orangtua calon siswa untuk memantau jurnal sekolah yang dituju dan jika dirasa tidak memungkinkan diterima untuk bisa mencabut berkas siswa untuk dipindahkan ke sekolah lainnya.
"Kalau dirasa peluangnya kecil masuk ke sekolah pilihan pertama kami sarankan untuk mencari pilihan di sekolah lainnya yang peluang diterimanya lebih besar," katanya.
Ia mengungkapkan waktu pencabutan berkas online terakhir Jumat 12 Juni 2026 pukul 23.59 WIB. "Kalau berapa kali berkasnya dipindah tidak dibatasi. Untuk pemilihan sekolah pilihan lainnya tidak harus berdasarkan zonasi domisili tempat tinggal, bisa mendaftar di semua sekolah di wilayah kota Semarang,"sambungnya.
Terkait adanya usulan regrouping atau penggabungan dua sekolah sekolah menjadi satu karena masih ada sekolah yang kekurangan murid di setiap SPMB akan dikaji terlebih dulu. "Biasanya kalau ada sekolah dalam satu kelurahan jika hanya satu, akan ada kemungkinan menjauhkan siswa dengan sekolah yang diregroping atau digabungkan. Untuk itu kami akan kaji dulu secara mendalam,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala sekolah SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 Rumiyati mengatakan, tahun ini kuota yang ada 84 siswa, padahal jumlah pendaftar ada 106 calon siswa. Sebagian besar pendaftar melalui jalur zonasi, lalu mutasi dan prestasi. Adapun di sekolahnya ada tiga kelas dan setiap rombelnya ada 28 siswa.
"Selebihnya menunggu akan diumumkan, ada cadangan dan lainnya. Kalau tidak diterima ya sudah harus diterima dengan lapang dada. Kan di sekitar lingkungan sini masih ada sekolah lainnya yang masih kekurangan siswa. Jadi kami beri daftar sekolah lain sebagai referensi ke orangtua yang anaknya belum diterima disini,"ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....