Pemerataan Kualitas Jadi Kunci Atasi Sekolah Sepi Peminat di Kota Semarang
- 09 Jul 2026 13:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Komisi D DPRD Kota Semarang menilai pemerataan kualitas sekolah menjadi solusi utama untuk mengatasi ketimpangan jumlah pendaftar pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Selama masih ada anggapan sekolah favorit dan nonfavorit, pemerataan peserta didik dinilai akan sulit terwujud.
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengatakan fenomena sekolah yang kelebihan maupun kekurangan murid perlu dikaji secara menyeluruh sebelum pemerintah mengambil kebijakan. Menurutnya, penyebabnya bisa berbeda di setiap wilayah sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda pula.
"Yang pertama kepada pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, supaya melakukan kajian secara mendalam. Faktornya apa, apakah karena kualitas atau hanya persepsi. Kalau hanya persepsi tentu berbeda penanganannya," kata Anang dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan identifikasi sementara terdapat dua faktor utama yang memengaruhi ketimpangan jumlah pendaftar. Selain perubahan sebaran penduduk di sejumlah kawasan, persepsi masyarakat terhadap sekolah favorit juga masih menjadi persoalan yang harus dibenahi.
Menurut Anang, apabila penyebab utamanya adalah persepsi masyarakat, maka solusi yang harus ditempuh bukan sekadar melakukan regrouping sekolah. Pemerintah justru perlu memastikan seluruh sekolah memiliki kualitas layanan pendidikan yang setara sehingga kepercayaan masyarakat terhadap semua sekolah negeri semakin meningkat.
"Kalau masalah pemerataan, saya pikir masyarakat lebih cenderung melihat kualitasnya. Kalau kualitasnya belum merata, ya dilakukan pelatihan-pelatihan berdasarkan pemetaan yang ada," ujarnya.
Anang menambahkan, evaluasi juga perlu dilakukan terhadap masing-masing sekolah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan minimnya jumlah pendaftar. Mulai dari mutu guru, kepemimpinan kepala sekolah, fasilitas pembelajaran, hingga aksesibilitas sekolah perlu dipetakan agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Ia menilai peningkatan kompetensi guru, penataan sumber daya manusia, hingga menghadirkan kepala sekolah yang lebih visioner dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing sekolah. Dengan kualitas yang semakin merata, masyarakat diharapkan tidak lagi membedakan sekolah berdasarkan label favorit maupun nonfavorit.
Komisi D DPRD Kota Semarang juga mendorong Dinas Pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026 sebelum menetapkan kebijakan lanjutan. Hasil kajian tersebut dapat menjadi dasar dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan sekaligus mengurangi ketimpangan jumlah pendaftar di setiap sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....