Belum Lolos Verifikasi IPAL, 24 SPPG di Purworejo Masih Dihentikan Sementara

  • 10 Jun 2026 10:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Sebanyak 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo dihentikan sementara operasionalnya karena belum lolos verifikasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kebijakan tersebut diberlakukan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar keamanan pangan dan pengelolaan limbah sebelum kembali beroperasi.

Koordinator Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Purworejo, Serma Ahmad Widodo, mengatakan sebagian besar SPPG yang dihentikan sementara sebenarnya telah menyelesaikan pembangunan IPAL. "Saat ini tahap pelaporan dan verifikasi ke tingkat atas, walaupun IPAL sudah jadi, tetap harus diverifikasi dulu sebelum beroperasi kembali," ujar Widodo saat dikonfirmasi, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurutnya, proses verifikasi membutuhkan waktu karena keterbatasan jumlah petugas yang melakukan pemeriksaan di lapangan. Dalam sehari, tim verifikator hanya mampu memeriksa tiga hingga empat SPPG.

"Karena antrean verifikasi cukup banyak, prosesnya memang butuh waktu. Begitu dinyatakan memenuhi syarat, SPPG otomatis bisa kembali beroperasi," katanya.

Penghentian sementara operasional tersebut mengacu pada Surat BGN Nomor 2740/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026 tentang Pemberhentian Operasional Sementara SPPG di Jawa Tengah. BGN menilai ketiadaan maupun ketidaksesuaian standar IPAL berpotensi memengaruhi kualitas produksi, mutu gizi, serta keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Seiring penghentian operasional, BGN juga menghentikan sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada SPPG terkait. Hal ini berlangsung hingga seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi melalui proses verifikasi.

Sebelumnya, Kepala KPPG Sleman yang membawahi wilayah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan, Harsono Budi Waluyo, menegaskan, keberadaan IPAL merupakan persyaratan yang tidak dapat ditawar dalam operasional SPPG. Hal itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi Evaluasi Program MBG di Pendopo Purworejo, Senin, 8 Juni 2026.

"Keberadaannya sangat vital karena berkaitan dengan pengelolaan limbah dan harus memenuhi baku mutu lingkungan. Jika belum memenuhi standar, operasional SPPG disuspensi sampai perbaikan," ujar Harsono.

Dari total 131 SPPG yang terdaftar di Kabupaten Purworejo, sebanyak 12 SPPG diwajibkan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbahnya. Sementara itu, 68 SPPG masih beroperasi, 14 SPPG siap beroperasi, dua SPPG berada di lahan milik pemerintah daerah, dan 47 lainnya masih dalam tahap persiapan.

Harsono juga meluruskan informasi mengenai keterlambatan pengisian dana operasional. Ia memastikan kendala yang terjadi bersifat administratif dan bukan disebabkan keterbatasan anggaran.

"Dana tersedia, hanya proses pencairannya yang masih berjalan. Sebagian besar rekening virtual SPPG sudah terisi sejak Jumat lalu. Untuk Purworejo, tersisa sekitar 13 SPPG yang masih antre penyelesaian administrasi final," ujarnya.

Dalam evaluasi teknis terbaru, SPPG juga tidak diperkenankan bergantung pada satu pemasok tunggal guna menjaga stabilitas stok dan memperkuat rantai pasok lokal. Penggunaan produk pangan olahan yang sulit diukur kandungan gizinya turut dibatasi.

Meski terdapat 24 SPPG yang dihentikan sementara, Widodo memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purworejo tetap berjalan. "Saat ini ada sekitar 67 SPPG yang aktif beroperasi, sementara empat SPPG lain masih tahap persiapan," katanya.

Ia mengimbau seluruh pengelola SPPG segera melengkapi sarana pendukung dan dokumen yang dipersyaratkan agar operasional dapat kembali normal. "Tidak hanya IPAL, tetapi juga perlengkapan, peralatan, sertifikat halal, serta dokumen lain harus segera dilengkapi agar tidak terjadi penghentian sementara lagi," katanya.

Adapun 24 SPPG di Kabupaten Purworejo yang dihentikan sementara operasionalnya meliputi SPPG Tlogoguwo Kaligesing, Butuh, Pangenjurutengah, Gesing, serta Depokrejo. Selain itu, daa SPPG Sumbersari, Winong, Kaliwungu, Winonglor, Kutoarjo, Sidomulyo, Purwosari, Grabag, Katerban, Sangubanyu, Kalirejo, Tersidilor, Bandung 2, Dadirejo, Jatimalang, Harjobinangun, Gowong, Mranti, serta Winong 2. (Ags)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....