RSUD Purworejo Bersiap Operasikan Layanan Radioterapi Pertama di Kedu

  • 18 Jun 2026 11:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo bersiap mengoperasikan layanan radioterapi pertama di wilayah Karesidenan Kedu. Saat ini, fasilitas tersebut memasuki tahap akhir berupa verifikasi izin operasional oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Proses verifikasi dimulai pada Rabu, 17 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Tahapan ini menjadi penentu sebelum layanan radioterapi resmi digunakan untuk menangani pasien kanker di Purworejo dan daerah sekitarnya.

Perwakilan Bapeten, Made Pramayuni, menjelaskan verifikasi dilakukan terhadap pesawat linear accelerator (LINAC) XHA 14000 yang akan digunakan dalam pelayanan radioterapi. Pada hari pertama, tim melakukan entry meeting bersama manajemen rumah sakit, pemeriksaan desain, pengukuran paparan radiasi, dan uji mekanik.

"Hari kedua kita lanjut uji mekanik, uji simetri, uji sistem keselamatan. Hari ketiga simulasi in-vivo dosimetri, alur pasien, dan pemeriksaan dokumen administrasi serta teknik. Jumat, Insyaallah ada exit meeting untuk menyampaikan catatan hasil verifikasi," ucapnya.

Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin, mengatakan pembangunan fasilitas radioterapi telah dipersiapkan selama hampir dua tahun. Proses tersebut meliputi perizinan, pembangunan gedung, instalasi peralatan hingga persiapan operasional layanan.

Menurutnya, keberadaan radioterapi sangat dibutuhkan untuk melengkapi layanan onkologi yang telah berjalan di rumah sakit tersebut. Selama ini, pasien yang membutuhkan radioterapi masih harus dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta maupun RSUP Dr. Kariadi Semarang.

"Radioterapi ini kelengkapan sangat dibutuhkan untuk pelayanan onkologi. Kemoterapi sudah jalan sejak Maret 2023 dan jumlah pasien melonjak drastis. Selama ini, pasien radioterapi dan sebagian kemoterapi masih dirujuk ke RS Sardjito dan RS Kariadi karena pemberiannya sering bersamaan," katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan layanan radioterapi terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien kanker. Data rumah sakit menunjukkan jumlah pasien onkologi yang pada 2022 sekitar 1.000 orang meningkat menjadi 9.860 pasien pada 2025, sementara hingga Juni 2026 telah mencapai sekitar 4.800 pasien.

Kehadiran radioterapi di Purworejo diharapkan dapat mengurangi beban pasien yang selama ini harus menjalani penyinaran berkali-kali di luar daerah. Selain menghemat waktu, layanan tersebut juga dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan pasien dan keluarga.

RSUD dr. Tjitrowardojo menjadi satu-satunya rumah sakit daerah di Karesidenan Kedu yang memiliki fasilitas radioterapi. Wilayah layanan mencakup Kabupaten Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.

Untuk mendukung operasional, rumah sakit telah menyiapkan sumber daya manusia yang terdiri atas dua dokter spesialis radio onkologi, dua perawat bersertifikat, tiga radiografer terverifikasi, satu petugas proteksi radiasi, serta tenaga pendukung lainnya. Dengan kesiapan tersebut, RSUD dr. Tjitrowardojo menargetkan menjadi pusat layanan kanker rujukan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....