Dorong Peran Perempuan, Muslimat NU Ambil Bagian Turunkan Angka Stunting
- 28 Mei 2026 05:45 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Peran Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Turunkan Angka Stunting
- Dorong Peran Perempuan, Muslimat NU Pekalongan dukung Pembangunan Daerah
RRI.CO.ID, Pekalongan – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pekalongan tidak hanya aktif menggelar pengajian rutin, tetapi juga berkontribusi dalam penanganan stunting hingga pendidikan anak. Peran tersebut bertujuan untuk mendukung pembangunan daerah melalui penguatan perempuan di bidang sosial dan keagamaan.
Hal itu terlihat dalam kegiatan pengajian Muslimat NU di Masjid Nurul Huda, Desa Kalilembu, Kecamatan Karangdadap. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 4.000 jamaah dan menjadi ruang konsolidasi sosial perempuan.
Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, mengatakan pengajian rutin menjadi program yang telah berjalan lama. Kegiatan itu digelar secara berkala setiap dua bulan sekali melalui Himpunan Da’iyah Muslimat NU.
“Ini adalah agenda rutin kita, salah satu program Muslimat. Memang dari perangkat kita, dari Himpunan Da’iyah Muslimat NU, ini rutin setiap dua bulan sekali, sudah dari dulu,” ujar Sumarwati, Rabu, 27 Mei 2026.
Menurutnya, pengajian tidak sekadar menjadi sarana memperkuat nilai keagamaan bagi jamaah. Kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi dan pengabdian perempuan NU kepada masyarakat.
“Tidak hanya sekadar rutin, tetapi kita niati dengan baik, kita berkhidmat, berjuang untuk NU melalui banom. Kita menambah ilmu, bersilaturahim, dan ikhtiar kita adalah bahagia, bejo, donyo, dan akhirat,” katanya.
Selain pembinaan spiritual, Muslimat NU Kabupaten Pekalongan juga aktif di sektor pendidikan anak usia dini. Saat ini, terdapat 325 lembaga pendidikan di bawah naungan Muslimat NU.
Lembaga tersebut meliputi Kelompok Bermain, SPS, TPA, hingga TK dan RA. Jumlah peserta didik yang dibina tercatat lebih dari 16 ribu anak.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi kiprah Muslimat NU membantu program pemerintah daerah. Salah satu kontribusi yang dinilai signifikan adalah dalam penanganan stunting.
“Kita berterima kasih kepada Muslimat karena peran ibu-ibu sangat signifikan, termasuk dalam penurunan angka stunting. Kita menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah dalam prevalensi penurunan stunting,” ungkapnya.
Menurut Sukirman, pengajian rutin Muslimat NU juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan jamaah ikut menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
“Dengan pengajian ini tentu selain menambah ketakwaan kita, juga mampu menumbuhkan perekonomian. Karena mereka berkumpul, menggunakan angkot dan seterusnya, itu salah satu efek ekonomi,” ujarnya.
Tingginya antusiasme jamaah menunjukkan Muslimat NU memiliki peran lebih luas di masyarakat. Organisasi perempuan keagamaan itu dinilai turut mendorong pembangunan melalui pendidikan, kesehatan, dan penguatan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....