Ketua DPRD Jateng Dorong Keterwakilan Perempuan 30 Persen

  • 16 Sep 2026 15:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen hingga minimal 30 persen. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti pelantikan Kaukus Perempuan Parlemen Daerah (KPPD) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Berlian DPRD Jateng, Rabu 16 September 2026.

Sumanto menilai, keterwakilan perempuan di parlemen Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan dalam tiga kali pemilu terakhir. Pada Pemilu 2014, keterwakilan perempuan mencapai sekitar 24 persen, kemudian 23 persen pada Pemilu 2019, dan sekitar 19 persen pada Pemilu 2024.

"Ini kalau kita lihat, trennya anggota DPR yang perempuan yang terpilih itu trennya turun. 2014 itu 24 persen, kemudian 2019 23 persen, ini 19 persen," kata Sumanto.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, termasuk KPPD Jawa Tengah yang baru terbentuk. Kaukus diharapkan dapat melakukan evaluasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas calon anggota legislatif perempuan.

"Kami berharap ini menjadi bagian dari teman-teman Kaukus Perempuan yang sudah terbentuk ini, untuk bisa evaluasi sehingga biar trennya itu minimal 30 persen bisa terlaksanakan," ujarnya. Sumanto mengatakan, keterwakilan perempuan penting karena perempuan memiliki kontribusi dalam pemikiran, pembangunan, serta melahirkan berbagai inovasi di daerah.

Ia juga menyoroti peran perempuan yang saat ini telah menduduki posisi strategis di DPRD Jawa Tengah. Dari lima komisi yang ada di DPRD Jateng, tiga di antaranya dipimpin oleh perempuan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perempuan memiliki kapasitas untuk mengambil peran penting dalam lembaga legislatif daerah.

Meski demikian, Sumanto berharap keterwakilan perempuan tidak berhenti pada posisi kepemimpinan di parlemen, tetapi juga terus meningkat dari sisi jumlah anggota legislatif yang terpilih.

"Kita berharap kuota 30 persen itu. Walaupun menjadi saingan laki-laki, tapi harus minimal juga harus dipertahankan seperti tahun 2014," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Sumanto, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kapasitas perempuan yang akan maju sebagai calon anggota legislatif. Ia berharap KPPD dapat berperan dalam memberikan pendidikan politik dan pembekalan kepada calon perempuan agar mampu memperoleh dukungan masyarakat secara lebih luas pada Pemilu 2029.

"Kita berharap otomatis meningkatkan pengetahuan bagi calon perempuan. Memberikan pendidikan, bagaimana bisa meraih suara yang lebih besar di tahun 2029," tutur Sumanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....