Rupiah Borobudur Playon 2026 Bantu Desa, Lari Sambil Atasi Sampah
- 25 Mei 2026 21:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Rupiah Borobudur Playon 2026 tak hanya menghadirkan ajang lari dan wisata, tetapi juga membawa misi pengelolaan sampah di kawasan Borobudur. Dana hasil pendaftaran peserta akan dialokasikan untuk membantu pengadaan unit pengolahan sampah di sejumlah desa sekitar destinasi wisata super prioritas tersebut.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Noor Nugroho, mengatakan konsep Lari untuk Berbagi tahun ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekitar Borobudur. Usulan bantuan pengelolaan sampah itu, kata dia, muncul langsung dari Pemerintah Kabupaten Magelang.
“Tahun ini kami sowan ke Pak Bupati, dan salah satu permintaannya adalah pengembangan pengolahan sampah,” ujar Noor saat peluncuran Rupiah Borobudur Playon 2026, dikantornya, Senin 25 Mei 2026. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Noor menjelaskan, nantinya bantuan tidak dibagikan merata ke seluruh desa, melainkan dipusatkan di beberapa titik strategis. Hal itu agar sampah dari desa-desa sekitar dapat dikumpulkan dan dikelola secara lebih efektif.
Ia berharap langkah tersebut bisa menjadi solusi awal untuk mengurangi persoalan sampah di kawasan Borobudur yang terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. “Ini sifatnya green dan berkelanjutan,” katanya.
Selain mendukung pengelolaan sampah, Rupiah Borobudur Playon 2026 juga ditargetkan menggerakkan ekonomi lokal. Sebanyak 4.000 pelari dan sekitar 6.000 pengunjung diproyeksikan meramaikan event yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Taman Lumbini, Candi Borobudur.
Ajang tahunan hasil kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu akan menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K. Berbagai kegiatan pendukung seperti pameran UMKM, edukasi keuangan, promosi transaksi digital QRIS, hingga hiburan masyarakat juga disiapkan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut persoalan sampah menjadi tantangan besar yang harus ditangani bersama. Karena itu, konsep Lari untuk Berbagi dinilai relevan karena mampu menggabungkan olahraga, pariwisata, dan solusi lingkungan dalam satu kegiatan.
“Masalah sampah ini tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan event ini menjadi salah satu solusi untuk penanganan sampah,” ujar Sumarno.
Menurut dia, Pemprov Jawa Tengah juga telah menyiapkan fasilitas pengolahan sampah regional di Magelang untuk menopang pengelolaan sampah kawasan Borobudur. Kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar penanganan sampah berjalan lebih efektif sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan.
Selain menggerakkan ekonomi, penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon juga diharapkan memperkuat citra sport tourism Jawa Tengah. Konsep wisata berbasis olahraga dipandang efektif menarik wisatawan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....