Ojol Rencana Demo Payung Hukum Kesejahteraan Hari Rabu, Gubernur Siap Kawal
- 19 Mei 2026 19:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Rencana aksi unjuk rasa driver ojek online (ojol) yang akan digelar serentak pada Rabu 20 Mei 2026 mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan siap mengawal aspirasi para driver, khususnya terkait tuntutan payung hukum yang dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Komitmen itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima audiensi perwakilan driver ojol roda dua dan roda empat di kantornya, Selasa 19 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari tarif, potongan aplikasi, perlindungan sosial, hingga kepastian regulasi transportasi online.
“Tidak usah khawatir. Kita akan membersamai rekan-rekan ojol. Saya kawal aspirasinya,” kata Luthfi. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan hadir untuk mengawal perjuangan para driver agar mendapat perhatian di tingkat pusat.
Menurut Luthfi, tuntutan driver ojol bukan hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi persoalan nasional. Karena itu, penyelesaian regulasi transportasi online menjadi kewenangan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan.
“Ini leading sector-nya Kemenhub. Kita akan kawal langsung ke sana sampai mendapatkan tanggapan langsung. Saya akan ajak perwakilan driver ojol ikut,” ujarnya.
Luthfi menjelaskan, pembahasan aturan transportasi online masih terus berproses dan melibatkan banyak pihak. Selain sektor transportasi, pembahasannya juga bersinggungan dengan aspek ketenagakerjaan, UMKM, industri digital, hingga perlindungan sosial.
Pemerintah pusat, lanjutnya, juga tengah membuka peluang revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dengan memasukkan pengaturan mengenai transportasi online. Aturan tersebut diharapkan menjadi landasan hukum yang lebih kuat bagi keberadaan dan perlindungan driver ojol.
“Undang-undang ini masih berproses, jadi memang membutuhkan waktu karena banyak yang terlibat. Di tingkat provinsi, SK Gubernur yang ditandatangani Pj Gubernur akan kami buka lagi dan disesuaikan kembali dengan aspirasi teman-teman driver ojol,” jelasnya didampingi Sekda Jateng Sumarno.
Menjelang aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung besok, Ahmad Luthfi juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah. Ia meminta penyampaian pendapat dilakukan secara tertib agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun sesama pengemudi ojol.
“Kondusivitas wilayah menjadi modal penting untuk pembangunan dan kepercayaan investasi. Saya sudah di belakang kalian, jadi tolong jaga wilayah tetap kondusif,” tegasnya.
Perwakilan Asosiasi Driver Online Jawa Tengah, Daniel Puratanya, mengatakan tuntutan utama para driver masih berkaitan dengan payung hukum transportasi online. Menurutnya, regulasi yang jelas akan berdampak pada kepastian tarif, perlindungan kerja, dan mencegah kebijakan sepihak dari perusahaan aplikator.
“Adanya payung hukum itu, kami yang di bawah lebih baik dan sejahtera, khususnya untuk ojol roda dua dan empat itu ada kenaikan tarif. Ketika ada peraturan yang mengatur driver online tidak ada kesewenang-wenangan dari perusahaan atau aplikator,” ujarnya.
Perwakilan driver lainnya, Rahmat, berharap aksi demonstrasi yang akan digelar menjadi momentum terakhir untuk memperjuangkan tuntutan tersebut. Ia berharap di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi, payung hukum transportasi online bisa segera terwujud dan memberikan kepastian bagi para driver ojol.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....