Perkuat Identitas Daerah, Pemkot Salatiga Gelar Tempa Pusaka dan Bursa Tosan Aji

  • 23 Agt 2026 00:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga meneguhkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya adiluhung melalui gelaran Pameran Karsa Nusantara Pusaka Salatiga bertajuk "Menatap Sejarah, Menempa Gejolak Baru" di Halaman Gedung DPRD Kota Salatiga, Jumat, 21 Agustus 2026. Agenda ini menjadi ajang pelestarian nilai sejarah sekaligus penguatan identitas lokal melalui seni kriya tosan aji.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, jajaran Forkopimda, perwakilan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), kepala OPD, budayawan, serta puluhan pegiat tosan aji dari berbagai wilayah di tanah air.

Dalam sambutannya, dr. Robby Hernawan menegaskan bahwa pelestarian pusaka memiliki esensi yang jauh lebih dalam dari sekadar merawat benda fisik peninggalan masa lampau. "Bagi saya, yang lebih penting dari sebuah rekor adalah makna kebersamaan yang terkandung di dalamnya. Pusaka tersebut diharapkan menjadi simbol manunggalnya seluruh elemen masyarakat dan pemimpin Kota Salatiga, bahwa Salatiga dibangun melalui kebersamaan, gotong royong, dan semangat menjaga kota yang kita cintai," ungkap Robby.

Salah satu momen sentral dalam pameran ini adalah prosesi penempaan Pusaka Kota Salatiga berupa Keris Dhapur Balebang dan Tombak ber-Lambang Cakra. Uniknya, prosesi penempaan karya kriya tersebut tidak hanya dilakukan oleh para empu, melainkan turut melibatkan partisipasi perwakilan masyarakat sebagai simbol gotong royong warga.

Dukungan regulasi terhadap pelestarian warisan budaya juga disuarakan oleh legislatif. Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menyampaikan rencana penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pusaka Kota Salatiga sebagai payung hukum perlindungan aset kebudayaan daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Empu Ridwan menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi tonggak penting lahirnya manifestasi doa dan harapan bersama warga Salatiga. Pameran ini turut dimeriahkan dengan Bursa Tosan Aji puluhan kolektor nasional serta stan Gelar UMKM Lokal, membuktikan bahwa pelestarian seni tradisi mampu berjalan selaras dengan penguatan ekonomi kerakyatan. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....