Kebakaran Desa Getas Pejaten, Bupati Kudus Berikan Santunan
- 18 Mei 2026 16:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati mendapatkan perhatian dari Bupati Kudus Samani Intakoris. Bupati menyerahkan uang suka dan sembako kepada keluarga korban kebakaran yang menewaskan dua penghuni rumah.
Kedua korban masing – masing Jono (68) dan Niti (82) adalah anak dan ibu kandung. Yang memilukan, Niti (82) mengalami stroke dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Selama ini Jono merawat ibu kandungnya, karena anak – anak Jono sendiri tidak ada yang satu rumah. Dalam kejadian kebakaran yang terjadi pada Senin dinihari, 18 Mei 2026 sekitar pukul 01.00 WIB itu, korban Niti ditemukan tewas di kamar tidur.
Jono sendiri ditemukan tewas di dekat kamar mandi. Kemungkinan Jono berusaha untuk memadamkan api dengan mengambil air dari kamar mandi, namun keburu meninggal karena asap api.
Dua korban tewas ibu dan anak lansia itu akhirnya dibawa ke rumah salah satu anak Jono yakni Handoyo (38) yang bertempat tinggal masih satu desa hanya beda RT/RW. Kedua korban disemayamkan di rumah Handoyo sebelum dimakamkan.
Sementara itu Bupati Kudus Samani Intakoris melayat ke rumah anak korban itu. Pada kesempatan tersebut Bupati menyerahkan bantuan sembako serta uang duka kepada keluarga korban.
“Kedatangan saya ke rumah anak korban untuk mengucapkan ikut berbelangsungkawa atas kejadian kebakaran itu. Apalagi dalam kejadian itu merenggut korban jiwa yakni bapak Jono dan ibu Niti,” ujar Bupati Samani, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut dia, saat ini masih dilakukan kajian penyebab pasti kebakaran itu. Ada yang bilang karena puntung rokok dan obat nyamuk.
Samani juga mengimbau kepada masyarakat Kudus agar selalu waspada dan hati – hati dengan cuaca panas yang memang sudah memasuki musim kemarau. Karena cuaca panas ekstrim juga bisa menjadi penyebab kebakaran.
“Peran warga dan tetangga sangat penting untuk menjaga kewaspadaan terhadap kondisi – kondisi seperti ini. Siskamling memang harus digalakkan lagi guna menjaga kejadian akibat kejahatan maupun kebencanaan,” tandas samani.
Salah satu saksi mata kejadian kebakaran yakni Asri mengaku saat pulang jagong sekitar pukul 23.00 WIB kondisi rumah korban masih normal. Karena rumahnya dengan rumah korban saling berhadapan. Sekitar pukul 01.00 WIB dia mendengar suara keras dari arah depan rumah.
Saat membuka pintu rumahnya, dia terkejut melihat api sudah berkobar di rumah Jono. Seketika itu, ia langsung berteriak kebakaran dan membangunkan semua tetangga yang saat itu masih terlelap.
"Saya mengambil selang dan menyemprotkan air di bagian atap depan rumah korban. Agar api tidak menjalar ke rumah saya, sebelumnya saya memindahkan motor ke tempat aman,” tutur Asri.
Sebagian tetangga melapor ke Polsek Jati dan 15 menit kemudian datang tiga mobil pemadam kebakaran. Menurut Asri, jenazah kedua korban berhasil dievakuasi saat adzan subuh. Dan api sudah benar – benar padam. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....