Kekeringan Melanda 40 Desa di Pati, Kebutuhan Air Bersih Meningkat

  • 17 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kekeringan pada musim kemarau 2026 berdampak pada 10 kecamatan dan 40 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah terdampak terus meningkat.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat. “Wilayah di Kabupaten Pati yang terdampak kekeringan meliputi 10 kecamatan dan 40 desa,” katanya dalam wawancara bersama RRI Semarang, Kamis, 17 September 2026.

Untuk mendukung distribusi air bersih, BPBD Pati menyiagakan empat armada tangki yang digunakan untuk mengirimkan bantuan air ke wilayah terdampak. Armada tersebut dikerahkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas penanganan di lapangan.

Selain armada tangki, BPBD Pati memiliki delapan tandon air portabel dengan kapasitas masing-masing 5.200 liter. Tandon tersebut dapat dipinjamkan kepada masyarakat maupun lingkungan yang membutuhkan tempat penampungan air.

Menurut Budi, keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu kendala dalam penanganan kekeringan di wilayah Pati. Meski demikian, pemerintah daerah telah meningkatkan status kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggap darurat bencana.

Peningkatan status tersebut membuka peluang dukungan penanganan yang lebih luas, termasuk dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), perbankan, dan dunia usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih.

“Penanganan kekeringan dan kebakaran lahan selanjutnya akan di-back up penuh dari BPBD maupun dari CSR, perbankan, dan dunia usaha. Untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih,” jelasnya.

BPBD Pati mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta melaporkan kebutuhan air bersih agar distribusi bantuan dapat dilakukan sesuai kondisi dan skala prioritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....