Ratusan Pelajar MIT Nuris Semarang Khatmil Qur’an, Cetak Generasi Qur’ani Indonesia

  • 14 Mei 2026 09:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 108 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam Semarang berhasil menuntaskan pembelajaran qiroati dan mengikuti Khotmil Qur’an XIV serta Imtihan Qiroati sebagai bagian dari upaya mencetak generasi Qur’ani menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Kamis, 14 Mei 2026 itu menjadi bukti perjuangan panjang siswa dan guru pendamping dalam membina kemampuan membaca Al-Qur’an.

Pantauan RRI, Ratusan siswa tampak kompak melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan orang tua dan tamu undangan. Mereka juga diuji secara langsung melalui pertanyaan mendadak seputar tajwid, ghorib, hingga bacaan Al-Qur’an oleh ustaz dan ustazah dari dalam maupun luar madrasah.

Koordinator Qiroati MI Nurul Islam Semarang, Latifah Hanum, mengatakan seluruh peserta telah melalui tahapan panjang sebelum dinyatakan layak mengikuti khotmil Qur’an dan imtihan. Proses pembelajaran dimulai dari berbagai jenjang qiroati hingga menghadapi Pra Ebaq dengan delapan materi ujian, mulai dari fashohah, tajwid, ghorib, bacaan salat, doa-doa, hingga praktik wudu.

Setelah dinyatakan lulus Pra Ebaq, para siswa mengikuti tahap imtihan yang diuji langsung oleh tim qiroati dari Kota Semarang. Dari total 108 siswa kelas 2 hingga kelas 6 yang mengikuti proses tersebut, seluruhnya dinyatakan lulus.

"Begitulah ngaji, jadi ngaji itu tidak dipaksa, bisa enggak bisa dipaksa. Ada yang cepat, ada yang butuh waktu. Ada bahkan sampai kelas 6 belum selesai dan untuk kami tidak bisa memaksakan untuk selesai tidak bisa," tuturnya.

Latifah menegaskan pembelajaran Al-Qur’an tidak bisa disamaratakan karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, pihak madrasah terus membiasakan siswa melakukan tadarus di rumah sebagai upaya memperlancar bacaan sekaligus menanamkan kebiasaan mencintai Al-Qur’an.

“Kami mohon kepada bapak ibu untuk tetap mendampingi putra-putrinya tadarus di rumah. Tujuannya bukan hanya memperlancar bacaan, tetapi juga membangun kebiasaan agar tetap dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Kepala MI Nurul Islam Semarang, Junaidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pembelajaran qiroati dengan baik. Menurutnya, capaian itu menjadi kebanggaan tidak hanya bagi madrasah, tetapi juga orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses belajar.

"Kita mencetak generasi Qur'ani Dengan semangat kerjasama yang ada ini bisa menjadi berkah. Mudah mudahan anak anak benar benar memnjadi ahli Qur'an," ucapnya saat sambutan.

Ia mengatakan sertifikat qiroati yang diterima para siswa merupakan pencapaian yang tidak mudah diperoleh semua lembaga pendidikan. Keberhasilan tersebut, lanjutnya, lahir dari kerja keras guru dan semangat kolaborasi seluruh pihak untuk mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak, berprestasi, dan istiqamah membaca Al-Qur’an.

Junaidi berharap khataman Al-Qur’an tidak menjadi akhir perjalanan belajar para siswa. Anak-anak didorong terus menjaga hafalan, rutin membaca Al-Qur’an setiap hari, dan tumbuh menjadi generasi ahli Qur’an yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Pendiri Yayasan Baiturrohim Ringinwok, Ahmad Natsir mengaku bangga pada capaian anak-anak. Tidak hanya khatam Al-Quran, tetapi juga memiliki kualitas membaca yang sangat baik.

Ia berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan sebab belajar Al Quran itu dinilainya tidak ada habisnya. "Metode qiroati yang dipilih nuris ini sudah di kaji dan menjadi pionir yang memiliki kelebihan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....