Gubernur Luthfi Tegaskan MTQ XXXI Milik Seluruh Masyarakat

  • 14 Sep 2026 12:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID.Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang bukan hanya milik umat Islam, tetapi menjadi bagian dari seluruh masyarakat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam rangkaian MTQ menunjukkan kuatnya semangat toleransi dan kebersamaan di Jawa Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi cabang Kaligrafi di Gedung Imam Barjo Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Senin 14 September 2026. Ia menilai penyelenggaraan MTQ menjadi momentum untuk memperkuat toleransi antarumat beragama sekaligus membangun kebersamaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menekankan bahwa pelaksanaan MTQ telah mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

“Musabaqah Tilawatil Qur'an merupakan kebanggaan tidak hanya insan kampus, tetapi masyarakat, tokoh, bahkan seluruh provinsi ikut memiliki,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurut Ahmad Luthfi, keterlibatan masyarakat lintas latar belakang menjadi bukti bahwa MTQ tidak hanya dipandang sebagai kegiatan keagamaan. Ia mencontohkan keterlibatan pelajar dari sekolah Kristen dalam memeriahkan rangkaian MTQ, termasuk dalam kegiatan pembawaan Mars MTQ yang berhasil memecahkan rekor MURI.

“Artinya apa? Musabaqah Tilawatil Qur'an milik semua masyarakat, dan inilah bentuk rahmatan lilalamin. Toleransi beragama sangat dijunjung sekali, semuanya bersatu,” katanya.

Ahmad Luthfi berharap MTQ ke-31 Jawa Tengah tidak berhenti sebagai ajang perlombaan keagamaan, tetapi mampu membawa pesan perdamaian dari Jawa Tengah ke tingkat nasional hingga dunia. Pesan tersebut dinilai penting untuk memperkuat semangat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

“Semoga dengan adanya MTQ ke-31 Jawa Tengah memberikan syiar perdamaian dari Jawa Tengah kepada seluruh Indonesia, termasuk di dunia,” ujarnya.

Kunjungan Ahmad Luthfi disambut Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, KH Ahmad Daroji, serta pengawas dewan hakim cabang Kaligrafi Didin Sirojudin AR.

Sementara itu, pengawas cabang Kaligrafi Didin Sirojudin AR mengungkapkan, pelaksanaan pameran seni dalam rangkaian MTQ di Semarang memiliki nilai historis. Menurutnya, pada MTQ XI tahun 1979 di Semarang pernah digelar pameran seni lukis yang menjadi salah satu tonggak penting perkembangan seni rupa dalam penyelenggaraan MTQ di Indonesia.

“Tahun 1979, itulah pameran seni lukis (kaligrafi) pertama di Indonesia di MTQ XI di Semarang. Nah sekarang ada lagi pameran, jadi seolah ulang tahun ke-47 kembali di Semarang ini,” kata Didin.

Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo mengatakan, Undip bangga dipercaya menjadi salah satu venue penyelenggaraan MTQ ke-31 Jawa Tengah. Ia menyebut Gedung Prof. Sudharto Undip mendapat apresiasi dari panitia karena memiliki fasilitas yang mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari kualitas tata suara hingga konsep teater.

“Tadi disampaikan Kiai Daroji bahwa venue MTQ di Gedung Prof Sudharto Undip terbaik dari sisi sound system, kemudian dari sisi teater dan sisi semuanya,” ujarnya. Prof. Suharnomo menegaskan Undip siap memberikan dukungan maksimal untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXI Jawa Tengah.

“Kami sangat berterima kasih diberi kepercayaan oleh Pak Gubernur untuk menjadi salah satu venue MTQ Nasional. Kami sangat bangga dan akan support sebisa-bisanya, sebagus-bagusnya, untuk kesuksesan MTQ yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....