Gubernur Ajak Mahasiswa Gabung Super Team Bangun Jateng

  • 17 Apr 2026 20:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa terlibat aktif dalam pembangunan daerah melalui konsep “super team”. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Jawa Tengah.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri halalbihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 PMII di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Jumat, 17 April 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong peran mahasiswa dalam pembangunan yang lebih nyata.

Menurut Luthfi, pembangunan tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat.

Ia menekankan pentingnya konsep collaborative government dalam menjalankan pembangunan. Dengan pendekatan ini, setiap pihak memiliki peran dan tanggung jawab dalam mencapai tujuan bersama.

“Kita bukan superman, tetapi harus menjadi super team. Semua komponen harus terlibat,” ujarnya di hadapan ratusan kader PMII.

Luthfi meminta mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam proses perubahan. Mereka didorong untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Menurutnya, pergerakan mahasiswa harus hadir dalam aksi nyata, bukan sekadar mengikuti dinamika dari kejauhan. Kehadiran di tengah masyarakat menjadi ukuran penting dalam kontribusi sosial.

Ia mencontohkan penanganan bencana di Jawa Tengah yang membutuhkan partisipasi aktif mahasiswa. Keterlibatan langsung dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.

Bahkan, Luthfi mendorong kader PMII untuk turun langsung ke lokasi bencana. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat peran organisasi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

"Semakin kotor Anda bersama kami di lapangan, semakin berhasil pergerakan itu,” ujarnya disambut riuh ratusan peserta PMII Jateng.

Luthfi juga menegaskan bahwa pembangunan Jawa Tengah hanya bisa berhasil jika seluruh elemen bergerak bersama. Ia membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan organisasi kepemudaan.

“Rumah Gubernur adalah rumah rakyat. Siapa pun boleh datang kapan saja,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII, Fathan Subkhi, menilai usia PMII yang ke-66 menuntut kontribusi nyata dari kader dan alumni. Menurutnya, organisasi harus mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.

"PMII sudah cukup dewasa. Maka kita harus bicara tentang kontribusi, peran, dan partisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara,” kata Fathan.

Sementara itu, Ketua PW IKA PMII Jateng, Musahadi, menekankan pentingnya sinergi antara alumni, kader, dan pemerintah untuk kemanfaatan masyarakat. "Ini adalah konsolidasi kekuatan, guyub, sinergi, dan kolaborasi. Potensi alumni kita besar dan harus dimaksimalkan untuk kemanfaatan masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....