Beasiswa Santri Jateng 2026 Dibuka, Prioritaskan SDM Unggul Pesantren
- 19 Agt 2026 10:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membuka Beasiswa Mahasantri Ma’had Aly dan Santri Penggerak 2026 sebagai upaya mencetak sumber daya manusia unggul dari lingkungan pesantren. Pendaftaran kedua program tersebut berlangsung secara daring melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) pada 24 Agustus hingga 24 September 2026.
Program yang menjadi bagian dari Pesantren Obah itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan santri sekaligus memperkuat kontribusi pondok pesantren dalam pembangunan daerah. Kebijakan tersebut juga menjadi salah satu prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam pembangunan manusia di Jawa Tengah.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, menjelaskan Beasiswa Mahasantri ditujukan bagi warga Jateng yang menempuh pendidikan Marhalah Ula atau setara S1 di Ma’had Aly. Lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren itu berada di bawah pembinaan Kementerian Agama melalui Majelis Masyayikh.
“Ma’had Aly merupakan pendidikan tinggi yang hanya ada di pesantren, seluruh perkuliahan dan materi pembelajarannya bersumber dari kitab kuning. Masa kuliahnya juga empat tahun, sama seperti perguruan tinggi lainnya,” kata Hasyim saat berdiskusi dengan wartawan di Kota Semarang, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sebanyak 25 Ma’had Aly di Jawa Tengah terlibat dalam program tersebut dengan kuota sekitar 420 penerima manfaat. Masing-masing mahasiswa akan memperoleh bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1 juta per semester selama maksimal enam semester mulai Oktober 2026.
Penerima beasiswa harus berstatus penduduk Jawa Tengah, aktif kuliah minimal semester II, terdaftar dalam Education Management Information System (EMIS), dan memperoleh rekomendasi dari Ma’had Aly mitra. Pemprov juga memprioritaskan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan tentunya berprestasi.
Hasil seleksi Beasiswa Mahasantri dijadwalkan diumumkan pada 12 Oktober 2026. Tahapan berikutnya meliputi pemberkasan pada 13–20 Oktober serta pelepasan dan pembekalan pada 21–24 Oktober 2026.
Sementara itu, Program Santri Penggerak menyasar mahasiswa minimal semester III dari berbagai bidang ilmu yang juga aktif mondok di pesantren. Peserta diwajibkan aktif dalam organisasi kampus maupun kemahasiswaan serta memiliki IPK minimal 3,00.
Selain memenuhi persyaratan administrasi, calon penerima juga harus menulis esai bertema “Peran Santri dalam Pembangunan di Jawa Tengah”. Seleksi akan menguji kemampuan administrasi, kualitas tulisan, baca Al-Qur’an, wawasan kebangsaan, dan pengetahuan kepesantrenan.
“Dalam program ini kita ingin menjaring aktivis yang berstatus mahasiswa. Mereka bisa berasal dari fakultas kedokteran, teknik, hukum, dan program studi lainnya, tetapi juga aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus,” ujar Hasyim.
Penerima Santri Penggerak akan memperoleh bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1 juta per semester selama enam semester. Seleksi berlangsung pada 25 September–19 Oktober 2026, dengan pengumuman hasil pada 20 Oktober dan pembekalan pada 21–23 Oktober 2026.
Pengurus LFSP Jawa Tengah, Haryanto, mengatakan beasiswa tersebut merupakan salah satu instrumen pembangunan manusia berbasis pesantren. Melalui program Pesantren Obah, Pemprov juga menyiapkan berbagai penguatan kapasitas santri di bidang ekonomi, teknologi, hingga kecerdasan buatan.
“Selain pembangunan fisik, pembangunan manusia juga menjadi perhatian. Nanti ada pemberdayaan ekonomi santri, peningkatan SDM, pelatihan mengenai AI, ekonomi digital, dan program-program lainnya,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Jawa Tengah telah meloloskan 73 penerima Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026 dari total 942 pendaftar. Mereka terdiri atas 15 penerima beasiswa luar negeri, 27 santri jenjang dalam negeri, serta 31 pengasuh pesantren yang menempuh pendidikan S2 dan S3.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan, program beasiswa tidak hanya bertujuan mencetak lulusan berprestasi secara akademik. Para penerima juga diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pesantren dan masyarakat melalui keahlian yang dimiliki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....