Luthfi Berpesan Mahasiswa Jangan Hanya Kritik, Harus Kawal Solusi
- 08 Agt 2026 18:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak aktivis mahasiswa tetap kritis mengawal jalannya pemerintahan. Namun, kritik yang disampaikan harus berbasis data, memiliki konsep yang jelas, dan dikawal hingga menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XXXII Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu 8 Agustus 2026. Di hadapan ratusan kader PMII, ia menegaskan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan.
Menurut Luthfi, energi besar yang dimiliki mahasiswa harus diarahkan untuk kegiatan yang konstruktif dan berdampak positif. Karena itu, peran mahasiswa tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga harus memahami persoalan yang diperjuangkan secara mendalam.
Ia menilai kritik yang berkualitas lahir dari penguasaan data dan pemahaman yang memadai terhadap suatu masalah. Dengan bekal tersebut, aspirasi yang disampaikan akan lebih tepat sasaran dan memiliki peluang lebih besar untuk ditindaklanjuti.
Selain memahami substansi persoalan, mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik. Kemampuan itu penting agar gagasan dan pesan yang diperjuangkan dapat diterima oleh masyarakat maupun pemangku kebijakan.
“Mahasiswa mempunyai energi lebih. Energi itu harus digunakan untuk hal-hal yang konstruktif,” kata Luthfi. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan dengan argumentasi kuat akan menjadi bagian penting dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Luthfi juga mengingatkan pentingnya memahami Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Hak menyampaikan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, tetapi harus dijalankan secara bertanggung jawab dan menghormati hak orang lain.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh berhenti setelah menyampaikan aspirasi. Setiap kritik dan tuntutan harus terus dikawal agar benar-benar menghasilkan perubahan dan manfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, Luthfi menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah di tengah meningkatnya persaingan investasi. Stabilitas keamanan dan kepastian hukum menjadi faktor utama yang diperhitungkan investor sebelum menanamkan modalnya.
Karena itu, ia berharap penyampaian aspirasi juga menjadi bagian dari pendidikan politik yang sehat. Kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga iklim pembangunan daerah.
Luthfi menegaskan Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai daerah yang aman dan kondusif. Nilai tepa selira dan tenggang rasa yang hidup di masyarakat menjadi modal sosial penting dalam menjaga kerukunan dan stabilitas wilayah.
Ia juga mendorong kader PMII membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ruang dialog yang terbuka diyakini dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Ketua PC PMII Kabupaten Kudus, Medan Wijaya, menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Ia menyebut Luthfi bukan sosok asing bagi PMII karena merupakan bagian dari keluarga besar organisasi tersebut dan alumni PMII IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Konfercab XXXII PMII Kabupaten Kudus diikuti sekitar 230 anggota dan kader dari berbagai tingkatan organisasi. Selain menjadi ajang regenerasi kepengurusan, forum tersebut juga membahas berbagai agenda strategis terkait kaderisasi, organisasi, dan penguatan kelembagaan PMII.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....