Gandeng Forum OSIS, Dinporapar Purworejo Jaring Calon Bagus Roro 2026

  • 12 Mar 2026 11:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo mulai bergerak menjaring bibit muda untuk ajang Pemilihan Bagus Roro Purworejo 2026. Langkah ini diawali dengan menggandeng Forum OSIS serta Forum Mahasiswa Kabupaten Purworejo (FORMAKAP) dalam sosialisasi di Ruang Riptaloka, Rabu 11 Maret 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk membedah mekanisme pendaftaran hingga ketentuan teknis pemilihan duta pariwisata. Generasi muda dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi menjadi target utama dalam sosialisasi kali ini.

Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, menegaskan bahwa keterlibatan anak muda bukan sekadar pelengkap. Menurutnya, program Bagus Roro adalah langkah strategis pemerintah untuk mengoptimalkan promosi daerah di tangan generasi kreatif.

"Para Bagus dan Roro yang terpilih diharapkan mampu menjadi duta yang berperan aktif dalam mengenalkan potensi pariwisata serta ekonomi kreatif Kabupaten Purworejo kepada masyarakat yang lebih luas," katanya

Bangun Erlangga melihat tantangan pariwisata ke depan memerlukan wajah-wajah baru yang paham akan identitas lokal. Bagus Roro diharapkan tidak hanya menjadi ikon visual, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif di lapangan.

“Program ini tidak hanya menjadi ajang pengembangan diri bagi generasi muda, tetapi juga menumbuhkan rasa pride (bangga) terhadap potensi daerah serta memperkuat identitas pariwisata Purworejo,” ujarnya

Di sisi lain, Kabid Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Dinporapar, Neira Anjar Pujisusilo, menyebut pendekatan melalui forum pelajar dan mahasiswa adalah cara paling efektif untuk memangkas hambatan informasi.

"Saya berharap para peserta yang hadir dapat menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada rekan-rekan mereka sehingga jangkauan informasi semakin luas dan lebih banyak generasi muda yang tertarik untuk berpartisipasi," ungkap Neira.

Ia juga merinci jadwal padat yang akan dihadapi para kontestan. Seleksi ketat akan dilakukan untuk menyaring finalis yang benar-benar siap mewakili citra Purworejo di tingkat yang lebih tinggi.

Sesuai jadwal, peserta yang lolos seleksi akan menjalani masa karantina intensif pada 14–15 Mei 2026. Ganeca Convention Hall (GCH) dipilih menjadi pusat pelatihan sebelum mereka tampil di malam penentuan.

Malam Grand Final sendiri dijadwalkan bakal digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026 mendatang. Acara ini direncanakan menjadi panggung unjuk bakat dan kecakapan bagi para finalis di depan dewan juri dan masyarakat luas.

"Selama masa karantina, para finalis akan mendapatkan berbagai pembekalan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sebagai duta pariwisata daerah, termasuk pelatihan bahasa Inggris bagi 30 peserta yang mengikuti tahapan tersebut," terangnya

Neira menegaskan, bahwa peserta tidak diwajibkan melepas hijab selama proses seleksi. Penilaian akan dilakukan secara objektif tanpa membedakan peserta yang menggunakan hijab maupun yang tidak.. (Agus)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....