Tekan Inflasi dan Dongkrak UMKM, Stand Sembako Murah Hadir di Gebang Expo 2026

  • 31 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Gebang Expo 2026 bukan hanya ajang pameran. Di tengah 25 stan UMKM, stand sembako murah milik PDAU Kabupaten Purworejo justru jadi magnet warga. Berkolaborasi dengan TPID dan Bulog, PDAU menghadirkan kebutuhan pokok di bawah harga pasar untuk menjaga daya beli masyarakat.

Expo yang digelar 31 Juli - 2 Agustus 2026 di Lapangan Gendosari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo tersebut sekaligus menjadi etalase strategi pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi desa.

Direktur PDAU Purworejo Rainier menyebut kehadiran PDAU di Gebang Expo adalah dukungan langsung pada program pengendalian inflasi Pemkab Purworejo. “Kami bersama TPID dan Bulog optimalkan stok selama 3 hari. Tujuannya agar masyarakat bisa dapat harga lebih ringan,” kata Rainier saat ditemui di lokasi Gebang Expo 2026, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Lebih lanjut, Rainier mengungkapkan tiga komoditas utama yang disubsidi antara lain telur ayam dari Rp22.500/kg menjadi Rp20.500/kg dengan kupon subsidi, beras SPHP 5 kg dari Rp62.500 menjadi Rp60.500 dan Minyakita dari Rp31.400 menjadi Rp29.400

"Bagi warga tanpa kupon, pembelian tetap dilayani sesuai HET. Selain di expo, PDAU juga mengelola Toko Pengendali Inflasi di Pasar Baledono dan usaha peternakan 1.080 ayam petelur untuk menjaga stabilitas pasokan telur. PDAU bahkan membuka kerja sama dengan desa dan BUMDes yang ingin kembangkan peternakan," ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Purworejo Ari Wibowo menjelaskan TPID menjalankan 4 strategi: menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pasokan, melancarkan distribusi, dan memperkuat komunikasi.

“Toko Pengendali Inflasi PDAU jadi salah satu instrumen. Bisa melayani permintaan desa jika terjadi disparitas harga tinggi. Kami juga gandeng Bulog agar harga pokok tetap stabil,” jelas Ari.

Langkah lain DKPP rutin gelar Gerakan Pangan Murah memotong rantai distribusi. DinKUKMP lakukan operasi pasar saat IPH menunjukkan kenaikan. Hasilnya, Indeks Perkembangan Harga Purworejo masih terkendali karena dipantau tiap pekan. “Jangan panic buying. Kalau harga di pasar tinggi, manfaatkan Toko Pengendali Inflasi di Baledono atau hubungi PDAU untuk pelayanan ke desa,” imbau Ari.

Di sisi lain, Kepala Dinkukmp Purworejo Wiyoto Harjono menilai Gebang Expo adalah ruang penting untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. “Ini upaya sangat baik mengenalkan produk asli Gebang. Ketika permintaan naik, akan tercipta multiplier effect: tenaga kerja lokal terserap, bahan baku dari sini, ekonomi muter di desa,” ujar Wiyoto.

Agar tidak berhenti di pameran, Dinkukmp menyiapkan pendampingan lewat PLUT dan inkubasi bisnis. UMKM dibantu urus NIB, sertifikasi halal, kemasan, hingga business matching dengan pembeli.

"Tantangan terbesar saat ini kapasitas produksi. Banyak UMKM sudah punya produk bagus. PR kita bersama adalah memastikan mereka bisa produksi berkelanjutan dalam jumlah besar,” kata Wiyoto.

Produk unggulan Purworejo yang disorot antara lain makanan olahan lokal dan kriya. Dua sektor ini dinilai punya potensi besar sebagai identitas ekonomi kreatif daerah.

Melalui Gebang Expo 2026, Pemkab Purworejo ingin menunjukkan bahwa stabilitas harga dan penguatan UMKM harus jalan berbarengan. Ada PDAU yang jaga harga, ada Dinkukmp yang naikkelaskan UMKM, ada desa yang jadi pelaku utama.

Harapannya, masyarakat tidak hanya datang belanja murah, tetapi juga mengenal program-program pemerintah yang hadir langsung di tengah mereka.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....