Wakaf Sosial Diluncurkan, Perbankan Diajak Perkuat Kesejahteraan Warga

  • 12 Mar 2026 08:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang -Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong penguatan gerakan wakaf sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Langkah ini dinilai strategis dalam mengoptimalkan potensi filantropi Islam demi kepentingan publik yang lebih luas.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran program Wakaf Sosial di Semarang, Rabu 11 Maret 2026 malam. Program ini merupakan inisiasi kolaboratif antara Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, dan Dompet Dhuafa.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai wakaf sosial merupakan inovasi penting dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan. Melalui program tersebut, manfaat wakaf diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Wakaf sosial ini diperuntukkan untuk kegiatan yang sifatnya keagamaan dan sosial, mulai dari pengadaan air bersih, ambulans, hingga renovasi masjid,” kata Gus Yasin.

Ia menjelaskan, gerakan wakaf perlu terus diperluas agar menjadi instrumen amal berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, wakaf juga dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi umat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia Jawa Tengah. Program tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah.

Gus Yasin menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan filantropi Islam. Hal itu tercermin dari kinerja Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah yang dinilai menjadi rujukan di tingkat nasional.

“Setiap bulan alhamdulillah terkumpul paling tidak sekitar Rp8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah,” jelasnya.

Keberhasilan pengelolaan zakat tersebut, Menurutnya menjadi inspirasi untuk memperkuat pengelolaan wakaf agar manfaatnya semakin luas. Ia juga menekankan pentingnya memberi teladan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.

Ia juga mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan turut berpartisipasi dalam program tersebut. Ajakan itu ditujukan kepada berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan agar bersama-sama menguatkan gerakan wakaf.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng-Semarang, Mohamad Noor Nugroho mengatakan peluncuran program wakaf sosial merupakan bentuk sinergi antara BI dan Dompet Dhuafa. Program tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Program Wakaf Sosial Bank Indonesia menghadirkan tiga kegiatan utama. Di antaranya wakaf air melalui pembangunan sumur bor, wakaf renovasi masjid, serta wakaf ambulans untuk mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa,” jelasnya.

Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses air bersih, fasilitas ibadah yang lebih layak, serta layanan kesehatan yang memadai. Kehadiran program wakaf juga diharapkan menjadi solusi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, BMPD Jateng-Semarang bersama OJK dan BI juga menyalurkan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial. Bantuan diberikan kepada beberapa panti asuhan serta organisasi sosial di Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....