Seni Jadi Ruang Menumbuhkan Etika dan Empati Kebangsaan
- 10 Agt 2026 15:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Seni dinilai dapat menjadi ruang yang efektif untuk menumbuhkan etika berkebangsaan, terutama dalam membangun empati, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman. Proses berkesenian membuat masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar memahami kehidupan dari sudut pandang orang lain.
Guru sekaligus pegiat seni, Kurnia Setyo Wulansari, mengatakan seni merupakan salah satu cara paling manusiawi untuk belajar memahami kehidupan. Melalui sastra, teater, tari, maupun pertunjukan seni, seseorang diajak merasakan pengalaman dan perspektif yang berbeda sehingga kepekaan sosial dapat tumbuh.
"Ketika seseorang membaca sastra, bermain teater, menari atau menyaksikan sebuah pertunjukan, dia tidak hanya menerima informasi saja, tetapi juga diajak untuk merasakan pengalaman dari sudut pandang yang berbeda," katanya dalam wawancara bersama RRI, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan juga hadir secara nyata dalam proses berkarya. Dalam komunitas seni, seseorang belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, menghargai perbedaan, serta memberikan ruang kepada orang lain. Nilai tersebut menjadi pengalaman langsung, bukan sekadar materi yang dipelajari secara teori.
Ia menilai seni juga tidak harus selalu berbicara mengenai keindahan. Seni dapat menjadi ruang untuk bertanya, menyampaikan kritik sosial, dan menyuarakan berbagai persoalan di masyarakat. Kritik melalui karya seni, menurutnya, dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi dan kemajuan bangsa.
"Mengkritik dengan niat memperbaiki bukan berarti tidak mencintai bangsa. Justru ini bentuk kita peduli, bentuk kita empati terhadap kemajuan bangsa," katanya. Karena itu, keberanian melihat kekurangan dan menyampaikannya secara beradab melalui seni menjadi bagian penting dalam kehidupan berkebangsaan.
Penguatan nilai kebangsaan melalui seni juga perlu berjalan bersama pendidikan dan lingkungan sosial. Sekolah, keluarga, komunitas, masyarakat, dan pemerintah dinilai perlu berkolaborasi menciptakan ruang yang memungkinkan generasi muda belajar tentang toleransi, tanggung jawab, kreativitas, serta penghargaan terhadap perbedaan.
Dia menegaskan, pendidikan dan kebudayaan pada akhirnya tidak hanya bertujuan membentuk generasi yang pintar dan mampu bersaing secara akademik. Lebih dari itu, keduanya diharapkan mampu menumbuhkan manusia Indonesia yang berintegritas, kritis namun santun, kreatif, memiliki empati, menghargai perbedaan, serta peduli terhadap bangsa dan kehidupan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....