Perhutani Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla kepada Petani Hutan
- 01 Agt 2026 17:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Boyolali – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa mengingatkan petani penggarap hutan agar tidak menyalakan api di kawasan hutan. Mereka diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi mengancam kelestarian hutan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Edukasi tersebut disampaikan melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang dilaksanakan Perhutani KPH Telawa melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangwinong di petak 85 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karengan, kawasan hutan Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Sabtu 1 Agustus 2-26.
Kegiatan melibatkan petani penggarap hutan untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah potensi karhutla. Dalam kegiatan itu, petugas Perhutani memberikan pemahaman mengenai bahaya kebakaran hutan dan dampaknya terhadap kelestarian lingkungan.
Masyarakat juga diajak berperan aktif menjaga kawasan hutan dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera menyampaikan laporan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Administratur KPH Telawa melalui Kepala BKPH Karangwinong, Siswanto, mengatakan komunikasi sosial menjadi salah satu upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan.
Selain itu juga untuk memperkuat langkah pencegahan karhutla di musim kemarau. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama.
"Melalui Komsos, Perhutani terus mengajak masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan khususnya pangkuan Desa Rambat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga hutan dari ancaman kebakaran. Sinergi yang baik menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari,” ujar Siswanto.
Salah seorang petani hutan, Mbah Ganden, mengaku kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah pencegahan karhutla. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan tetap aman dan lestari.
“Dengan adanya penyuluhan dari Perhutani. Informasi yang diberikan menambah wawasan kami mengenai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kami memahami siap mendukung dan menjalankan imbauan yang telah disampaikan demi menjaga kawasan hutan tetap aman dan lestari. Semoga menambah kesadaran masyarakat dalam pengelolaan hutan yang baik,” ungkap Mbah Ganden.
Perhutani KPH Telawa berharap komunikasi sosial yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan selama musim kemarau. Kolaborasi antara petugas dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan hutan tetap aman, lestari, serta mampu menjalankan fungsinya sebagai penyangga kehidupan.( rilis)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....