BUMDesma Anugerah Pratama Bayan Purworejo Sukses Panen Padi di Lahan Tidur
- 10 Mar 2026 20:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Lahan tidur yang tidak ditanami padi selama hampir 20 tahun akibat keterbatasan sistem pengairan kini berhasil dimanfaatkan oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Anugerah Pratama Kecamatan Bayan Badan usaha itu menggelar panen perdana padi di Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Panen padi dengan varietas yang ditanam di lahan sekitar 150 ubin dan menghasilkan sekitar 1,1 ton gabah. Sementara varietas Sri Dewi di lahan sekitar 550 ubin diperkirakan menghasilkan sekitar 5,3 ton gabah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, mengapresiasi langkah BUMDesma Anugrah Pratama Bayan yang mengembangkan unit usaha di sektor pertanian. Inovasi tersebut menjadi contoh positif bagi pengembangan ekonomi desa.
“Selama ini BUMDesma umumnya fokus pada usaha simpan pinjam. Pengembangan usaha di bidang pertanian seperti ini sangat baik karena sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Bagas menjelaskan, berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh petugas penyuluh lapangan, produktivitas padi di lahan seluas satu hektare tersebut diperkirakan mencapai 6,7 hingga 6,8 ton per hektare Ini yang tergolong cukup baik.
"Puncak panen diperkirakan terjadi pada periode Maret hingga Mei 2026. Pemerintah juga mendukung petani melalui program penyerapan gabah oleh Bulog dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Pengolah Data Balai PSDA Serayu Bogowonto Korpora, Hamzah menjelaskan wilayah irigasi Kragilan mengaliri sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Bayan. "Total area layanan irigasi Kragilan mencapai 2.532 hektare, dengan sekitar 1.390 hektare di antaranya berada di wilayah Kecamatan Bayan melalui saluran sekunder Kragilan," katanya.
Kepala Gudang Bulog Kecamatan Butuh, Sidik Sugiarto, menyampaikan hingga saat ini Bulog telah menyerap sekitar 2.500 ton gabah kering panen dari petani dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. Stok beras di gudang Bulog Purworejo aman.
"Penyerapan gabah dari petani juga terus kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” katanya. Selanjutnya, Direktur BUMDesma Anugerah Pratama Bayan, Eko Sofyan Haryadi menjelaskan panen perdana tersebut merupakan tahapan awal dari program ketahanan pangan
Menurut dia, padi yang ditaman itu menggunakan dua varietas, yakni Sri Dewi dan Ciherang, dengan total luas lahan sekitar satu hektare. Keberhasilan panen perdana ini juga menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dapat kembali dimanfaatkan secara maksimal.
"Lahan ini sempat tidak ditanami padi selama hampir 20 tahun karena berbagai kendala, terutama masalah irigasi," jelasnya. Rencana pada musim tanam berikutnya, lahan tersebut tidak hanya akan ditanami padi, tetapi juga komoditas lain seperti jagung.
“Musim tanam kedua kami rencanakan menanam jagung agar pemanfaatan lahan lebih maksimal dan dapat mendukung diversifikasi komoditas pangan,” tambahnya.
Eko menambahkan, program ketahanan pangan yang dikelola BUMDesma ini merupakan hasil investasi dari tujuh desa di Kecamatan Bayan, yakni Desa Kalimiru, Bayan, Dukuhrejo, Botorejo, Pogungrejo, Ketiwijayan dan Sambeng. Total investasi yang dihimpun dari desa-desa tersebut mencapai sekitar Rp900 juta.
"Untuk pemasaran hasil panen, BUMDesma telah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog sebagai mitra penyerapan gabah. Harga pembelian yang diterapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP) sesuai ketentuan pemerintah," katanya.(Agus/ryc)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....