Siap-siap, Pendaftaran Beasiswa Santri Jateng ke Mesir Dibuka

  • 05 Feb 2026 09:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kabar gembira bagi para santri dan pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Tengah, sebab beasiswa ke luar negeri segera dibuka. Pembukaan akan dimulai secara daring melalui laman resmi Pemprov Jateng pada 18 Februari 2026.

Program ini memberikan peluang studi hingga mancanegara mulai dari beasiswa S1 di Turki, India, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Ada juga, beasiswa khusus bidang keislaman, di mana santri dapat melanjutkan studi di Universitas Al Azhar Mesir, Al Ahqof, dan Imam Syafi’i Yaman.

Skema juga mencakup program double degree pada bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik dan matematika ke luar negeri. Sementara, para pengasuh pesantren difasilitasi beasiswa S2 dan S3 di perguruan tinggi dalam negeri.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng Prof KH Hasyim Muhammad menyebut beasiswa ini sebagai perluasan akses pendidikan pesantren. Santri didorong melanjutkan studi tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

Dijelaskannya, jenis beasiswa itu mencakup vokasi, S1 luar negeri dan S1 dalam negeri. “Perguruan tinggi tujuan tersebut telah bekerja sama melalui nota kesepakatan dengan Pemprov Jateng,” katanya, Rabu, 4 Februari 2026.

Fasilitas yang didapat di antaranya, pembiayaan mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup, visa, tiket pesawat, hingga asuransi sesuai standar program studi. Untuk S1 dalam negeri, UKT ditanggung hingga delapan semester dengan batas tertinggi kedokteran hingga Rp15 juta per semester.

Para pendaftar akan melalui seleksi berlapis melalui verifikasi administrasi, akademik, dan wawancara. Kemampuan membaca kitab kuning, aspek wawasan kebanagsaan dan kepesantrenan menjadi syarat utama dengan nilai tambah hafalan Al-Qur’an.

Nantinya, para lulusan beasiswa wajib kembali mengabdi di pesantren asal minimal satu tahun. "Ini menjadi bagian dari latihan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Koordinator Beasiswa LFSP, Prof Akhmad Syakir Kurnia menekankan akuntabilitas penerima selama studi. Setiap peserta wajib melaporkan perkembangan akademik tiap semester hingga laporan akhir kelulusan.

Ia menilai keunggulan santri tidak hanya pada akademik, tetapi juga karakter. Harapannya lahir dokter, insinyur, dan ilmuwan berwatak santri yang santun dan mengabdi.

“Bayangkan lahir dokter, insinyur, atau ilmuwan lulusan luar negeri, yang juga memiliki watak santri yang santun. Ini yang ingin dibangun Jawa Tengah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....