Jateng-Melaka Perkuat Kerja Sama Pesantren Lewat Pertukaran Santri
- 14 Jul 2026 11:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Negara Bagian Melaka, Malaysia, memperluas kerja sama di bidang pendidikan dengan menjajaki kolaborasi antarpesantren melalui program pertukaran santri dan guru. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut dari kemitraan sister province yang telah terjalin antara kedua wilayah sejak 2025.
Rencana itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima kunjungan Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin Melaka, Muhammad Hadi Al Muhibbin, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin, 13 Juli 2026.
Gus Yasin mengatakan kerja sama yang selama ini dibangun di tingkat pemerintah daerah perlu diperluas hingga menyentuh lembaga pendidikan. Melalui kolaborasi antarpesantren, hubungan kedua daerah diharapkan semakin erat sekaligus memberi manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia.
"Kita nanti pastikan lagi bagaimana kerja samanya antara Melaka dengan Jawa Tengah. Terkhusus antara pondok-pondok pesantren di Jawa Tengah dengan salah satu pondok yang ada di Melaka," kata Gus Yasin.
Menurutnya, program yang dijajaki meliputi pertukaran santri, pertukaran guru, serta penguatan jejaring pendidikan Islam. Skema tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar sekaligus mempererat hubungan keilmuan antara Indonesia dan Malaysia.
Selain memperkuat kerja sama internasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren. Pada 2026, program tersebut menarik minat 941 pendaftar untuk jenjang S-1, S-2, dan S-3, baik di dalam maupun luar negeri.
Untuk program luar negeri, peserta yang lolos seleksi akan melanjutkan studi di sejumlah negara, seperti Mesir, Yaman, China, dan Filipina. Gus Yasin menyebut minat santri kini semakin beragam, tidak hanya pada ilmu keislaman, tetapi juga bidang sains, teknologi, hingga kedokteran.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin Melaka, Muhammad Hadi Al Muhibbin, menyambut baik rencana penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan sejarah yang kuat sehingga menjadi modal penting dalam memperluas kolaborasi pendidikan.
"Apabila hubungan antara pemerintah sudah terjalin dengan baik, akan lebih mudah untuk melaksanakan pertukaran pelajar antara Indonesia dan Malaysia. Silaturahmi seperti ini menjadi jalan untuk memperkuat hubungan keilmuan kedua wilayah," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....