BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Bermasalah di Kudus
- 02 Feb 2026 16:51 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan surat penghentian sementara operasional SPPG yang diduga bermasalah di Kabupaten Kudus. Langkah ini diambil menyusul dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami siswa SMA Negeri 2 Kudus.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, mengatakan, BGN telah melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melakukan investigasi langsung ke SPPG di wilayah Purwosari.
“Pihak BGN pagi tadi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Kedatangan BGN ini untuk melakukan investigasi ke SPPG di Purwosari,” katanya, Senin, 2 Januari 2026.
Ia menyebutkan, BGN telah menerbitkan surat penghentian operasional sementara SPPG tersebut. Penghentian dilakukan hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Surat penghentian operasional itu ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan serta Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II. Hasil laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu delapan hingga sepuluh hari.
“Untuk hasil laborat memang agak lama, karena prosesnya menunggu pembiakan kultur. Sehingga hasilnya nanti benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandas Nuryanto.
Sebelumnya, sejumlah siswa dilaporkan mengalami diare, muntah, dan mual setelah mengonsumsi MBG pada Rabu, 28 Januari 2026. Kondisi para siswa kini berangsur membaik.
Nuryanto mengatakan jumlah siswa yang dirawat terus menurun. Pada Minggu, 1 Februari 2026, masih terdapat lima siswa yang menjalani perawatan.
“Sebelumnya pada hari Minggu kemarin masih terdapat lima anak yang dirawat. Namun tiga anak sudah diperbolehkan pulang,” ujar Nuryanto.
Ia menjelaskan, hingga Senin tinggal dua siswa yang masih dirawat di rumah sakit. Keduanya masing-masing dirawat di RSI Sunan Kudus dan RS Mardi Rahayu.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kudus, Nur Afifuddin, membenarkan bahwa masih ada dua siswanya yang menjalani perawatan. Ia menyampaikan kondisi siswa dalam keadaan stabil.
“Anak-anak tentu masih trauma mas. Mereka tadi sudah bersekolah dan menerima pembelajaran seperti biasa,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, untuk sementara para siswa belum kembali menerima MBG. Pihak sekolah masih menunggu informasi lanjutan dari pihak terkait. (RK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....