Dapur MBG Tutup Sementara, Komisi D Kota Semarang Dorong Layanan Segera Normal
- 10 Jun 2026 13:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Komisi D DPRD Kota Semarang berharap layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat segera kembali normal menyusul penutupan sementara sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa daerah. Penutupan sementara tersebut diduga berkaitan dengan proses konsolidasi dan koordinasi pascapergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, menilai pergantian pimpinan BGN membutuhkan konsolidasi dan koordinasi sehingga berimbas ke bawah. “Jadi beberapa dapur MBG atau SPPG tutup sementara," kata Anang dalam Wawancara Siang Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari pengelola SPPG, penghentian layanan sementara terjadi karena dana operasional belum cair. Kondisi tersebut membuat distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat terhenti untuk sementara waktu.
Meski demikian, Anang berharap pergantian kepemimpinan di tingkat pusat tidak berdampak pada pelayanan masyarakat."Kalau bisa, pergantian pimpinan di BGN jangan sampai berimbas pada layanan masyarakat," katanya.
Terkait dampak terhadap penerima manfaat, khususnya siswa yang selama ini menerima makanan bergizi gratis, Anang mengakui adanya rasa kecewa karena layanan yang biasa diterima kini terhenti. Namun, ia menilai dampak tersebut tidak terlalu besar.
Menurutnya, saat ini aktivitas sekolah sedang berkurang setelah pelaksanaan asesmen akhir semester dan berbagai kegiatan pembelajaran mulai menurun. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya keberlanjutan layanan bagi kelompok penerima manfaat lainnya, seperti lansia dan balita yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Mengenai solusi sementara, Anang mengaku belum ada langkah khusus yang dapat dilakukan di tingkat daerah karena program tersebut merupakan program nasional yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara."Kami berharap secepatnya distribusi dari BGN kembali lancar sehingga layanan MBG bisa berjalan normal lagi," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tetap memperhatikan kebutuhan gizi anak selama layanan MBG belum kembali berjalan."Orang tua tetap perlu mengimbangi kebutuhan gizi anak-anak dengan memberikan asupan makanan yang baik dan bergizi, sehingga kebutuhan nutrisi mereka tetap terpenuhi," ucap Anang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....