Dirut BPJS Kesehatan: Media Perkuat Kepercayaan Publik terhadap Program JKN
- 16 Sep 2026 20:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Bogor - Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menegaskan pentingnya peran insan media dalam menyukseskan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal itu disampaikan dalam sambutan pada malam penganugerahan Lomba Karya Jurnalistik dan Kurasi JKN Award BPJS Kesehatan 2026 yang diikuti secara daring dari Bogor, Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, media merupakan salah satu unsur penting dalam konsep pentahelix penyelenggaraan JKN, bersama pemerintah, peserta, pelaku usaha, dan akademisi. Keterlibatan seluruh unsur tersebut dinilai diperlukan untuk mendukung keberlangsungan program JKN.
Ia menyebut skala Program JKN saat ini sangat besar. BPJS Kesehatan memberikan perlindungan kepada sekitar 285 juta peserta, bekerja sama dengan sekitar 32 ribu fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 3.200 rumah sakit, dengan pelayanan mencapai sekitar dua juta kunjungan setiap hari.
Dengan cakupan tersebut, penyelenggaraan JKN membutuhkan kecerdasan kolektif dan konektivitas antara seluruh pemangku kepentingan. “Media adalah mitra strategis dalam membangun literasi publik,” ujarnya.
Ia berharap media dapat menyampaikan informasi mengenai JKN secara proporsional, berbasis fakta, sekaligus menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.
Menurutnya, pemberitaan yang edukatif juga penting untuk membantu masyarakat memahami bahwa pelayanan kesehatan dalam JKN harus didasarkan pada kebutuhan medis dan standar pelayanan, bukan semata-mata pada keinginan peserta. Selain komunikasi publik, BPJS Kesehatan juga mendorong perubahan paradigma dalam penyelenggaraan JKN dari orientasi volume menuju value based.
Artinya, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari banyaknya layanan yang diberikan, tetapi juga dari kualitas hasil kesehatan atau outcome yang dihasilkan. “Yang kita diskusikan bukan hanya berapa banyak layanan yang dapat kita biayai, tetapi seberapa baik outcome kesehatan yang dapat kita hasilkan dari setiap pelayanan tersebut,” katanya.
Ia menilai pendekatan tersebut berkaitan dengan upaya memberikan perlindungan finansial kepada peserta. Selain itu, juga menjaga keberlanjutan Program JKN dalam jangka panjang.
Di sisi lain, penguatan komunikasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. Ia mencontohkan informasi mengenai pelayanan JKN yang viral di media sosial dapat berkembang menjadi persepsi yang lebih luas apabila tidak diimbangi dengan informasi dan penjelasan yang utuh.
BPJS Kesehatan mengajak media untuk terus mengangkat fakta mengenai manfaat JKN, tanpa mengabaikan persoalan yang masih perlu diperbaiki. Media juga diharapkan tetap kritis dan konstruktif dalam mengawal penyelenggaraan program.
Ia menyampaikan, dalam beberapa bulan terakhir terdapat sejumlah isu terkait JKN yang mulai berkurang di ruang publik, termasuk isu mengenai defisit, kualitas pelayanan, dan pemidanaan rumah sakit. “Ketika muncul persoalan, komunikasi harus mampu memberikan penjelasan secara cepat, terbuka, dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Sementara itu, Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kontribusi insan pers dalam memberikan edukasi mengenai JKN. Tahun ini tercatat sebanyak 235 karya jurnalistik mengikuti kompetisi dengan tema layanan jantung dalam Program JKN.
Tema tersebut mengangkat akses pelayanan berkualitas hingga layanan jantung canggih bagi peserta JKN. Dirut BPJS Kesehatan berharap kegiatan media workshop, lomba karya jurnalistik, dan JKN Award tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan media.
Media diharapkan terus menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif, sekaligus memberikan kritik serta masukan terhadap aspek penyelenggaraan JKN yang masih membutuhkan perbaikan.“Insan media, teruslah menjadi mitra yang kritis dan konstruktif, sampaikan apa yang telah berjalan dengan baik dan jangan ragu menyampaikan apa yang masih perlu kami perbaiki,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....