NADI JKN, Cara Baru BPJS Kesehatan Bantu Peserta Mandiri Bayar Iuran
- 06 Agt 2026 08:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang – BPJS Kesehatan memperkenalkan inovasi NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) sebagai solusi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen mandiri agar lebih mudah membayar iuran. Program ini memungkinkan peserta menyisihkan dana secara bertahap sesuai kemampuan sehingga kepesertaan tetap aktif.
Inovasi tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, saat Sosialisasi Program JKN di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Rabu, 5 Agustus 2026. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto juga turut hadir dalam sosialisasi tersebut.
Menurut Nuzuludin, hingga 30 Juni 2026 cakupan kepesertaan JKN secara nasional telah mencapai 98,60 persen dari total penduduk Indonesia. Namun, tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 80,25 persen karena masih banyak peserta mandiri yang mengalami kendala dalam membayar iuran secara rutin.
Ia menjelaskan, sebagian peserta sebenarnya memiliki kemauan untuk membayar iuran, tetapi kesulitan menyediakan dana sekaligus saat jatuh tempo karena penghasilannya tidak tetap. Kondisi tersebut mendorong BPJS Kesehatan menghadirkan NADI JKN sebagai alternatif pembayaran yang lebih fleksibel.
Melalui program ini, peserta dapat menabung sedikit demi sedikit, baik setiap hari maupun setiap minggu, sesuai kemampuan keuangannya. Setelah dana yang terkumpul mencukupi, pembayaran iuran akan dilakukan secara otomatis melalui mitra yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Ketika dana yang terkumpul telah mencukupi, iuran JKN akan dibayarkan secara otomatis melalui mitra yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Peserta tidak perlu lagi menyiapkan seluruh nominal iuran sekaligus saat jatuh tempo," jelas Nuzuludin.
Ia menambahkan, Program NADI JKN tersedia dalam skema digital maupun konvensional. Program ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk peserta yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.
Selain menghadirkan inovasi tersebut, BPJS Kesehatan juga terus mengingatkan peserta agar disiplin membayar iuran. Setiap hari, petugas secara aktif menghubungi sekitar 300 peserta JKN untuk mengingatkan jadwal pembayaran iuran mereka.
Nuzuludin berharap NADI JKN mampu meningkatkan kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran. Dengan semakin banyak peserta yang aktif, keberlangsungan Program JKN dan semangat gotong royong dalam pembiayaan layanan kesehatan diharapkan semakin kuat.
"Harapan kami, semakin banyak peserta mandiri yang memanfaatkan Program NADI JKN sehingga pembayaran iuran menjadi lebih terencana, kepesertaan tetap aktif, dan perlindungan kesehatan melalui Program JKN dapat terus dirasakan secara berkelanjutan. Dengan semakin banyak peserta yang aktif, semangat gotong royong dalam Program JKN juga akan semakin kuat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....