Cathlab RSUD dr. Tjitrowardojo Jadi Rujukan Baru bagi Pasien Jantung di Purworejo

  • 06 Agt 2026 12:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Upaya menekan angka rujukan pasien jantung ke luar daerah mulai membuahkan hasil. RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo resmi mengoperasikan Catheterization Laboratory (Cathlab) pada Kamis, 6 Agustus 2026. Fasilitas ini hadir melalui dukungan Program SIHREN Kementerian Kesehatan RI.

Peluncuran dihadiri jajaran Pemkab Purworejo, Kemenkes, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, jejaring faskes, dan tenaga medis di aula RSUD. Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin, menegaskan Cathlab bukan sekadar penambahan teknologi. "Cathlab menghadirkan harapan, mempercepat pertolongan, mendekatkan pelayanan, dan menyelamatkan kehidupan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Tolkha mengungkapkan, selama ini pasien jantung di Purworejo masih dirujuk ke rumah sakit luar daerah. Kondisi itu berpotensi menambah waktu tempuh, biaya, dan risiko keterlambatan penanganan.

"Dengan adanya Cathlab, pemeriksaan angiografi koroner untuk mendeteksi penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung kini bisa dilakukan di Purworejo. RSUD menargetkan pengembangan bertahap ke tindakan intervensi kardiovaskular seiring pemenuhan SDM, perizinan, standar pelayanan, dan kewenangan klinis," ungkapnya.

Ia menekankan kesiapan alat harus dibarengi kesiapan manusia. RSUD telah menyiapkan dokter, perawat, dan tenaga radiologi melalui pelatihan, kredensialing, dan pengembangan berkelanjutan.

Pelayanan Cathlab dijalankan dengan SOP, standar profesi, PPI, dan keselamatan radiasi. Sistem pelayanan jantung terintegrasi dari IGD, pemeriksaan penunjang, tindakan, perawatan, hingga rehabilitasi juga diperkuat. Jejaring rujukan dengan puskesmas, RS, dan layanan gawat darurat di Purworejo dan sekitarnya dioptimalkan.

“Kami berkomitmen melakukan evaluasi mutu pelayanan secara berkelanjutan. Termasuk waktu respons, keselamatan tindakan, hasil klinis, kepuasan pasien, serta efektivitas dan efisiensi pelayanan,” katanya.

RSUD mendorong agar layanan Cathlab segera masuk jaminan BPJS Kesehatan setelah proses kredensialing selesai. Integrasi JKN dinilai penting agar masyarakat tidak terhambat faktor ekonomi. “Keberhasilan Program SIHREN tidak hanya diukur dari terpasangnya peralatan, tetapi dari berapa banyak pasien yang dapat ditolong, berapa banyak rujukan keluar daerah yang dapat dikurangi,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, berharap masyarakat Purworejo dan sekitarnya mendapat pelayanan lebih cepat dan dekat. “Saya juga berharap proses kerja sama dan penjaminan pelayanan, khususnya dengan BPJS Kesehatan, dapat segera diselesaikan. Ini tuntutan masyarakat, terutama pasien kurang mampu,” ujarnya.

Bupati juga meminta jajaran RS terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar pelayanan nyaman, aman, dan mengutamakan keselamatan pasien. Ke depan, RSUD dr. Tjitrowardojo menargetkan Cathlab menjadi bagian transformasi menuju pusat rujukan kardiovaskular di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

“Teknologi boleh semakin modern, tetapi sentuhan kemanusiaan tidak boleh hilang. Di balik setiap tindakan ada pasien yang berharap dan keluarga yang berdoa,” tutup dr. Tolkha. Dengan hadirnya Cathlab, akses pelayanan kardiovaskular masyarakat Purworejo diharapkan semakin dekat, bermutu, dan berkelanjutan.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....