Mental Health Storyteller Ajak Generasi Muda Temukan Bahagia Lewat Rasa Cukup
- 30 Mei 2026 18:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tekanan hidup dan rasa tidak cukup sering dirasakan banyak generasi muda di tengah kehidupan modern. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental jika dipendam tanpa dukungan orang sekitar.
Mental Health Visual Storyteller, Theresia Adinda, membagikan perjalanan pemulihan kesehatan mental yang pernah dialaminya. Ia mengaku sempat tumbuh di lingkungan dengan tekanan emosional cukup besar.
Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Kamis, 22 Mei 2026 sore. Diskusi tersebut mengangkat tema Rahasia Bahagia Dengan Rasa Cukup.
Perasaan tersebut terus dirasakan hingga memasuki usia dewasa.. “Aku terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya capek dan kosong,” ujarnya.
Dinda menjelaskan dirinya baru berani mencari bantuan profesional pada 2024. Keputusan tersebut muncul setelah mendapat dukungan dari orang terdekatnya.
Ia menyebut proses pemulihan membantunya memahami kondisi diri secara lebih baik. Pengalaman tersebut juga menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya.
Menurut Dinda, rasa cukup mulai tumbuh ketika dirinya belajar menerima keadaan diri sendiri. Ia juga mulai menemukan kebermaknaan hidup dari hal sederhana sehari-hari.
Kebahagiaan dinilai hadir saat seseorang merasa diterima dan tidak berjalan sendirian. “Bahagia ternyata bukan tentang punya semuanya,” katanya.
Dinda mengaku proses pemulihan membuat dirinya lebih mudah bersyukur terhadap kehidupan. Hal sederhana seperti bangun pagi kini terasa sangat berarti baginya.
Ia juga mulai menulis buku berjudul Teratai Itu yang berisi perjalanan hidup dan proses refleksi dirinya. Buku tersebut menjadi ruang untuk membagikan pengalaman secara lebih positif.
“Kalau hari ini masih bertahan, itu sudah cukup,” ujarnya. Dinda mengajak generasi muda tidak takut mencari bantuan ketika merasa lelah.
Ia berharap generasi muda lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kondisi emosional dirinya sendiri. Menurutnya, rasa cukup dapat tumbuh ketika seseorang belajar menerima dan menghargai hidupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....