Peduli Pesisir, SMP 3 Wedung dan SMP 1 Demak Kompak Tanam Mangrove
- 27 Agt 2026 08:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Demak - Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir diwujudkan melalui aksi nyata oleh SMP Negeri 3 Wedung bersama SMP Negeri 1 Demak. Kedua sekolah tersebut berkolaborasi menanam mangrove di kawasan Arboretum SMP Negeri 3 Wedung.
Aksi penanaman mangrove melibatkan jajaran guru dan karyawan dari kedua sekolah. Mereka turun langsung ke area berlumpur untuk menanam bibit mangrove sebagai upaya memperkuat ekosistem pesisir sekaligus mengurangi ancaman abrasi.
Kepala SMP Negeri 3 Wedung, Heru Rahwiyanto, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen dunia pendidikan dalam menjaga lingkungan. Khususnya, kawasan pesisir Kabupaten Demak.
“Ini merupakan aksi nyata kami bersama untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pantai, sehingga keberadaannya perlu terus dilestarikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Heru, pemilihan Arboretum SMP Negeri 3 Wedung sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut berada di kawasan pesisir dan selama ini memiliki perhatian terhadap pelestarian alam, khususnya konservasi mangrove.
Sebagai sekolah yang berada di wilayah pesisir, SMP Negeri 3 Wedung terus mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dalam berbagai kegiatan. Upaya tersebut dilakukan agar siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menjaga keseimbangan alam.
“Arboretum ini selama ini kami manfaatkan sebagai laboratorium alam dan pusat pembelajaran tentang ekosistem payau. Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus dilakukan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Heru menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi dan teladan bagi para siswa. Guru dan tenaga kependidikan yang terlibat secara langsung diharapkan mampu menumbuhkan semangat kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.
“Kami ingin memberikan contoh bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan teori. Perlu tindakan nyata. Harapannya, anak-anak juga tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan dan aktif dalam gerakan Adiwiyata,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Demak, Eko Widodo, menyambut baik kolaborasi penanaman mangrove tersebut. Menurutnya, kegiatan lintas sekolah seperti ini penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain mempererat silaturahmi antarwarga sekolah, kami juga bersama-sama belajar dan mengambil peran dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Eko menilai penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata untuk menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, ia berharap aksi tersebut dapat menginspirasi sekolah lain untuk ikut terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.
“Pendidikan lingkungan harus dimulai dari kebiasaan dan tindakan nyata. Ketika guru memberikan contoh, siswa akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga alam,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dengan penuh semangat menancapkan bibit mangrove di area Arboretum SMP Negeri 3 Wedung. Kebersamaan antara guru dan karyawan dari dua sekolah itu menjadi gambaran semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....