Inovasi Desalinasi Undip Hasilkan 20 Ribu Liter Air Minum Sehari

  • 22 Jun 2026 02:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Nusakambangan - Rektor Universitas Diponegoro (Undip) menegaskan perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan Undip melalui pengembangan teknologi desalinasi air laut menjadi air minum yang kini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air minum di kawasan Nusakambangan.

Instalasi ini memiliki kapasitas produksi lebih dari 20 ribu liter air minum per hari dan mampu memenuhi kebutuhan penghuni lapas serta petugas yang beraktivitas di kawasan Nusakambangan yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air minum. Kehadiran teknologi ini menjawab salah satu kebutuhan dasar dalam pengembangan kawasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.

Dalam ekosistem ketahanan pangan yang mencakup program pertanian, peternakan, dan perikanan, ketersediaan air minum menjadi faktor penting yang mendukung keberlanjutan aktivitas dan pembinaan warga binaan. Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, SE., M.Si., menyampaikan, kehadiran teknologi desalinasi di Nusakambangan merupakan bukti bahwa hasil penelitian perguruan tinggi dapat memberikan solusi atas persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah riset bukan hanya ketika dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tetapi ketika hasil riset tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran teknologi desalinasi di Nusakambangan menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari solusi bagi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis Minggu 21 Juni 2026.

Teknologi desalinasi tersebut dikembangkan oleh Guru Besar Bidang Teknik Kimia Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Ir. Nyoman Widiasa, ST., MT. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas kebutuhan air minum di Nusakambangan yang selama ini masih bergantung pada pasokan air dari luar wilayah.

Menurut Prof. Nyoman, peran Undip tidak hanya sebatas merancang teknologi, tetapi juga mendampingi proses implementasi hingga operasional sehari-hari. “Undip berperan mulai dari tahap perancangan, pembangunan instalasi, hingga pendampingan operasional. Kami ingin memastikan teknologi ini benar-benar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pengelola di lapangan,” jelasnya.

Prof. Nyoman menjelaskan bahwa pengembangan sistem desalinasi ini dimulai sejak Januari 2026, dilanjutkan pembangunan instalasi pada April, hingga akhirnya siap dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air minum di Nusakambangan.

Ia menambahkan, salah satu keunggulan teknologi tersebut adalah penggunaan panel surya sebagai sumber energi operasional. Selain lebih hemat biaya listrik, pemanfaatan energi terbarukan juga menjadikan sistem ini ramah lingkungan dan sangat sesuai diterapkan di wilayah pesisir maupun kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air bersih.

Selain menghadirkan teknologi, Undip juga melakukan transfer pengetahuan kepada warga binaan yang dilibatkan dalam pengoperasian instalasi tersebut. Teknologi desalinasi yang dikembangkan Undip sendiri telah dimanfaatkan di berbagai wilayah pesisir yang menghadapi tantangan ketersediaan air bersih, di antaranya di Jepara, Demak, Brebes, Rembang, dan Pekalongan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Undip dalam mengembangkan sistem desalinasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah pesisir.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Undip hadir mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, dalam peresmian operasional instalasi desalinasi. Rombongan juga meninjau berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) dan unit produksi di Nusakambangan yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan ketahanan pangan berbasis pembinaan.

Kehadiran teknologi desalinasi di Nusakambangan menunjukkan bagaimana hasil riset perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, inovasi ini tidak hanya mendukung ketersediaan air bersih dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....