Karding Apresiasi KKN Undip, Beri Dampak ke Masyarakat

  • 21 Agt 2026 19:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (Undip), Abdul Kadir Karding, mengapresiasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip. Ia menilai mahasiswa mampu menunjukkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang semakin baik selama terjun di tengah masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Karding usai memberikan kuliah umum pada kegiatan Penerimaan Kembali dan Gelar Karya Mahasiswa KKN Undip Tim II Tahun Akademik 2025/2026 di Muladi Dome, Tembalang, Semarang, Jumat 21 Agustus 2026. Karding menilai KKN menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menguji teori yang diperoleh di kampus dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat melatih mahasiswa menghadapi berbagai persoalan masyarakat sekaligus membangun kemampuan kepemimpinan dan tanggung jawab. “Sebetulnya KKN itu wadah untuk menguji teori di kampus, cocok tidak dengan keadaan di lapangan. KKN itu latihan kehidupan,” kata Karding.

Ia mengapresiasi kemampuan analisis mahasiswa KKN Undip yang dinilainya semakin baik dibandingkan periode sebelumnya. Penilaian itu disampaikan setelah melihat langsung pemaparan mahasiswa dalam gelar karya KKN.

“Bagus. Kalau tadi yang saya undang ke depan itu mereka bagus. Saya nilai lebih baik daripada zaman-zaman (sebelumnya), jauh,” ujarnya. Menurut Karding, mahasiswa melalui KKN belajar menganalisis masalah, mencari solusi dan bertanggung jawab terhadap program yang dijalankan. Kemampuan tersebut dinilai akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa menyelesaikan skripsi maupun memasuki dunia kerja.

Ia mencontohkan program swasembada pangan yang membutuhkan berbagai sektor pendukung, mulai dari budidaya, pakan, benih, logistik hingga transportasi. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi peluang yang dikembangkan mahasiswa maupun alumni Undip. “Jadi mereka kita dorong jangan hanya mencari kerja, tapi menciptakan peluang-peluang,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN Undip dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat. Program tidak sekadar membawa gagasan dari kampus, tetapi diawali dengan mengidentifikasi persoalan bersama masyarakat di lokasi KKN.

“Kita ini dari bottom, dari masyarakat mendiskusikan apa yang menjadi permasalahan utama di sana, kemudian kita kaitkan tematik, sebagian besar, kemudian kita kirimkan sesuai dengan kompetensi dosen dan masyarakat,” kata Suharnomo.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat program KKN lebih sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal. Kompetensi dosen dan mahasiswa juga disesuaikan dengan persoalan yang ditemukan di lapangan.

Ia mencontohkan persoalan kesehatan akan ditangani oleh tim yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan. Sementara persoalan infrastruktur seperti irigasi akan melibatkan dosen dan mahasiswa dari bidang teknik.

Suharnomo menilai pelaksanaan KKN Tim II Tahun Akademik 2025/2026 berhasil memberikan dampak positif kepada masyarakat. Hal tersebut terlihat dari berbagai produk dan program yang dikembangkan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Ia menegaskan, Undip berupaya memberikan dampak yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. “Jadi kita memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat sesuai dengan lokal konten, lokal resolusi yang ada di desa atau di kecamatan, di kabupaten tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan data, KKN Tematik melibatkan 4.414 mahasiswa di 23 kabupaten/kota, 74 kecamatan, dan 133 titik fokus desa/kelurahan. Sementara KKN Reguler diikuti 4.616 mahasiswa yang tersebar di 10 kabupaten/kota, 46 kecamatan, dan 453 titik fokus desa/kecamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....