Undip Kirim Tim Medis dan Trauma Healing untuk Korban Bencana NTT
- 22 Agt 2026 12:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut mencakup tenaga medis, paramedis, perawatan kesehatan, hingga dukungan psikologis bagi masyarakat terdampak.
Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, SE, M.Si., mengatakan dukungan trauma healing menjadi salah satu prioritas yang dikirimkan Undip ke NTT. Hal itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan pemerintah dan masyarakat setempat.
"NTT kita sudah kirimkan untuk medis, paramedis, kemudian perawatan kesehatan, dan yang paling utama kita kirimkan adalah trauma healing," ujar Suharnomo, ditemui usai penerimaan kembali dan gelar karya mahasiswa KKN Undip Tim II Tahun Akademik 2025/2026 di Muladi Dome Semarang, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurutnya, kebutuhan tenaga yang memiliki kompetensi dalam trauma healing masih cukup besar di wilayah terdampak. Karena itu, Undip akan mengirimkan tim secara bertahap untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat.
"Ini permintaan dari NTT sendiri. Jadi yang membidangi trauma healing, teman-teman psikologi belum banyak, jadi kita ke sana nanti bergelombang," katanya.
Suharnomo menjelaskan, pengiriman tim dilakukan secara bertahap, mulai Jumat hingga Selasa dan hari-hari berikutnya. Pola tersebut juga pernah diterapkan Undip dalam membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera Barat.
Selain bantuan medis dan trauma healing, Undip juga menyiapkan dukungan lain apabila kebutuhan di lapangan berkembang. Salah satunya bantuan penyediaan air bersih melalui teknologi pengolahan air.
"Kalau nanti pada akhirnya mereka membutuhkan air misalnya, entah kemarau karena Flores, kita akan kirim juga water treatment seperti yang kita buat di beberapa tempat di Indonesia," ujarnya.
Undip memastikan dukungan kemanusiaan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan diharapkan tidak hanya membantu pemulihan kondisi kesehatan, tetapi juga mempercepat pemulihan psikologis masyarakat setelah mengalami bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....