Kelola Sampah Organik, KKN Undip Edukasi Ibu-ibu PKK Sidokare Cara Membuat POC
- 20 Agt 2026 07:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pemalang - Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menjalankan sejumlah program kerja yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana di Desa Sidokare, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Salah satu program yang dilaksanakan adalah Pendampingan Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bagi ibu-ibu PKK Desa Sidokare, baru-baru ini.
Mahasiswa KKN Undip, Farah Aulia Rachmayanti mengatakan, POC ini jenis pupuk yang dibuat melalui proses fermentasi sampah organik, dengan menggunakan bantuan mikroorganisme EM4. Sampah organik yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk ini seperti sayur, kulit buah, dan daun.
"Sampah organik kalau dikelola dengan baik, memang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan. Cara membuatnya, pertama cincang sampah organik menjadi ukuran kecil, kemudian larutkan 200 gram molase atau gula Jawa ke dalam 4 liter air, dan aduk hingga laurt," ujarnya.
Setelahnya, kata dia, larutan itu bisa ditambahkan 20 ml EM4, aduk rata dan diamkan selama 15-30 menit. Kemudian tuang ke dalam galon yang telah berisi sampah organik, dan tutup rapat dan fermentasikan selama 14-21 hari.
"Pembuatan POC ini salah satu upaya untuk mengurangi tumpukan sampah yang menghambat aliran air, apalagi Desa Sidokare ini berbatasan dengan aliran Sungai Comal. Saat musim hujan, tanggul Sungai Comal dibuka dan menyebabkan genangan air di desa tersebut," ujarnya
Farah mengatakan, berbeda dari pendampingan pada umumnya yang hanya menjelaskan cara pembuatan, kegiatan ini juga membekali peserta dengan cara menghitung biaya penyediaan alat dan bahan pembuatan POC. Dengan begitu, peserta dapat memperkirakan anggaran sebelum memulai produksi secara mandiri di rumah.
Menurut dia, kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah dasar pengelolaan sampah. Materi pengolahan sampah organik kemudian disampaikan melalui sosialisasi dan demonstrasi metode komposting.

"Pada tahap ini, peserta diajak mengenali jenis alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan POC, sekaligus memahami cara menghitung kebutuhan anggarannya agar produksi berjalan efisien dan sesuai kemampuan ekonomi rumah tangga. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos dan POC, mulai dari persiapan alat dan bahan hingga proses fermentasi," tuturnya.
Ibu-ibu PKK Desa Sidokare menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan, terutama saat penjelasan mengenai cara memperkirakan biaya produksi POC. Peserta memperoleh pemahaman tentang pemilahan dan pengolahan sampah, sekaligus wawasan mengenai perencanaan anggaran sederhana untuk memproduksi POC.
Ia menjelaskan, pemahaman ini penting agar peserta dapat mempertimbangkan sisi keekonomian sebelum memutuskan membuat POC di rumah masing-masing. Peserta juga menyatakan ketertarikan untuk mencoba mengolah sampah organik menjadi POC secara mandiri setelah kegiatan berakhir, dengan memperhitungkan kebutuhan alat dan bahan yang telah dijelaskan.
Sebagai penunjang keberlanjutan kegiatan, kata dia, mahasiswa membagikan leaflet berisi panduan pengolahan sampah organik, termasuk gambaran umum alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan POC. Leaflet ini dapat menjadi acuan bagi ibu-ibu PKK ketika hendak membuat kompos dan POC secara mandiri, sekaligus membantu memperkirakan kembali kebutuhan anggaran produksi.
Panduan tersebut juga berfungsi mengingatkan peserta pada tahapan yang telah disampaikan selama kegiatan. Proses pengolahan tetap memerlukan pemantauan dan perawatan berkala hingga kompos dan POC siap digunakan.
Melalui pendampingan ini, pihaknya berharap, masyarakat Desa Sidokare untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekitar sekaligus membekali mereka dengan kemampuan memperkirakan biaya produksi POC secara mandiri. Pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....