Wamen PU Tantang Mahasiswa Undip Tak Ragu Ciptakan Solusi Buat Masyarakat

  • 10 Agt 2026 17:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah. Ada tanggung jawab baru yang ikut tumbuh yakni menjadi pribadi berilmu, berkarakter, dan dapat dipercaya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Tamu Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Diana Kusumastuti, M.T., yang berlangsung di Gedung Serbaguna Muladi Dome, Kampus Undip Tembalang, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kuliah umum bertajuk “Membangun Generasi Berintegritas melalui Nilai-Nilai Pancasila dan Budaya Antikorupsi” menjadi bagian penting dalam Sidang Terbuka Senat Akademik pada Penerimaan Mahasiswa Baru Undip Tahun Akademik 2026/2027 Tahap III.

Di hadapan 4.950 Dipo Muda, Diana menyampaikan selamat atas keberhasilan mereka bergabung dengan keluarga besar Undip. Hari pertama kuliah bukan sekadar memulai perjalanan akademik, tetapi pijakan membentuk karakter, kepemimpinan, dan integritas sebagai calon pemimpin bangsa.

Ia menegaskan kecerdasan tanpa kejujuran, tanggung jawab dan keberanian menjaga prinsip tidak akan memberi makna. Kehadiran Diana di Undip terasa istimewa.

Ia kembali ke kampus yang pernah membentuk langkah awal kariernya sebagai alumnus Departemen Arsitektur Fakultas Teknik. Kini, ia juga tengah menempuh studi doktoral di almamater yang sama.

Pengalaman lebih dari tiga dekade berkarier di Kementerian Pekerjaan Umum memperkaya perspektifnya tentang makna pendidikan yang tidak berhenti pada teori, melainkan membentuk cara berpikir dan kepekaan terhadap persoalan bangsa. Menurut Diana, pembangunan juga tidak dapat diukur hanya dari banyaknya infrastruktur yang berdiri secara fisik.

Jalan, gedung, sistem penyediaan air, maupun fasilitas publik harus menghadirkan manfaat nyata, meningkatkan kualitas hidup, dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Ia mengajak mahasiswa memahami budaya antikorupsi dari hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, korupsi tidak selalu bermula dari perkara besar. Sikap permisif terhadap pelanggaran kecil, mendahulukan kedekatan daripada aturan, menyontek, atau memilih diam ketika mengetahui sesuatu yang keliru dapat menjadi awal lunturnya integritas.

“Integritas dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Datang tepat waktu, tidak menyontek, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, berani berkata benar, dan menolak sesuatu yang tidak semestinya, sekecil apa pun itu,” pesannya dalam keterangan tertulis Senin 10 Agustus 2026.

Bagi Diana, transparansi, akuntabilitas, dan inovasi adalah fondasi utama untuk menutup ruang gerak praktik korupsi. Di titik ini, mahasiswa punya peran strategis sebagai penggerak perubahan. Berbekal kedekatan dengan teknologi dan adaptabilitas yang tinggi, generasi muda mampu menghadirkan terobosan baru dalam memperkuat sistem pengawasan dan keterbukaan publik.

Senada, Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengingatkan kesempatan menjadi bagian dari Undip patut disyukuri sekaligus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam sambutannya, Rektor menyebut jumlah mahasiswa yang diterima Undip sekitar 16.267 orang atau kurang lebih empat persen dari keseluruhan pendaftar. Ia turut mengajak mahasiswa menjaga keseimbangan antara kemampuan berpikir dan sikap selama menjalani kehidupan kampus.

Prof. Suharnomo mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada target lulus dan memperoleh gelar. Menurutnya, kampus perlu menjadi ruang untuk berani mencoba, memperluas pergaulan, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, serta mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.

“Berpikir kecil capek, berpikir besar juga capek. Pilih yang besar, pilih yang berdampak besar untuk diri sendiri dan masyarakat,” pesannya. Ia berharap setiap pilihan profesi yang kelak ditempuh lulusan Undip tetap bermuara pada kebermanfaatan bagi bangsa.

Semangat memberi manfaat juga tercermin dari berbagai inovasi civitas academica. Rektor mencontohkan teknologi pengolahan air (water treatment) yang dikembangkan Undip dan dimanfaatkan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan pesisir utara Jawa serta daerah yang menghadapi persoalan ketersediaan air. Inisiatif memelopori kampus hijau dan bebas sampah (zero waste) juga terus diperkuat sebagai wujud tanggung jawab lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....