Mahasiswa Baru USM Didorong Jadi Generasi Produktif dan Kritis

  • 13 Sep 2026 12:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 2.765 mahasiswa baru Universitas Semarang (USM) mengikuti Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) 2026 di Kampus USM pada 12-14 September 2026. Pakem menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dari kehidupan sekolah menuju dunia perguruan tinggi.

Selain mengenalkan sistem akademik dan lingkungan kampus, kegiatan ini juga membekali mahasiswa dengan wawasan kebangsaan, karakter, soft skill, serta kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.

Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T. menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar USM atau yang dikenal dengan sebutan “USMers”. “Selamat datang di USM. Kalau sudah masuk di USM, Anda semua akan menjadi warga USM. Warga USM, di istilah Gen Z, namanya USMers,” ucapnya Sabtu 12 September 2026

Menurutnya, pendidikan di USM tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan profesionalisme. Mahasiswa juga dipersiapkan menjadi insan intelektual dan calon pemimpin yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.

“Bukan hanya dibangun untuk konstruksi kompetensi, profesionalisme mahasiswa, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sikapnya, tetapi juga resultantenya untuk kemajuan Indonesia,” katanya.

Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof. Dr Kesi Widjajanti, S.E., M.M. mengingatkan mahasiswa baru untuk membangun kebiasaan membaca dan terus belajar. Menurutnya, perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa menuntut kemandirian dan wawasan yang lebih luas.

“Selalu rajin membaca. Baca artinya membuka wawasan. Dan saudara akan tumbuh. Jika saudara tidak baca, saudara akan diam. Keep reading, learning, and growing,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik. Berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi di kampus dapat menjadi ruang untuk mengembangkan minat, bakat, kemampuan kepemimpinan, serta jejaring.

“Saudara jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang, kuliah pulang. Not only belajar di akademi, tetapi di Universitas Semarang ini ada ekstrakurikuler. Ada UKM-nya dan belajar organisasi,” katanya.

Pesan mengenai pentingnya menjadi mahasiswa yang kritis juga disampaikan Irjen Pol. (Purn) Faizal Thayeb, S.I.K., M.H. saat memberikan materi Wawasan Kebangsaan. Faizal mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi, kata dia, perlu diperiksa sumber dan kebenarannya.

“Jangan terpengaruh provokasi. Teliti betul apakah itu informasi benar atau salah,” tegasnya.

Ia juga meminta mahasiswa membiasakan diri mencari pembanding dari berbagai sumber agar mampu melihat persoalan secara lebih komprehensif.

“Jangan mengatakan itu pasti benar. Cari pembandingnya. Cari sumber lain. Dengan cara begitu, cara berpikir kita bisa komprehensif dan sangat lengkap,” jelasnya.

Faizal turut mendorong mahasiswa baru menjadi generasi produktif yang mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....