Undip Perluas Kemitraan dengan Université Paris-Saclay
- 12 Sep 2026 11:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Paris, Prancis - Universitas Diponegoro (Undip) memperkuat langkah menuju universitas berkelas dunia melalui penjajakan kemitraan strategis dengan Université Paris-Saclay, Prancis. Pertemuan delegasi Undip, Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Wijayanto, Ph.D., dengan pimpinan Université Paris-Saclay, Wakil Rektor Riset, Prof. Rachid Bennacer, terjadi pada 7 September 2026..
Kedua belah pihak membahas sejumlah agenda konkret, mulai dari pendidikan doktoral bagi dosen, double degree, co-supervision, mobilitas mahasiswa dan dosen, hingga penelitian dan publikasi bersama. Université Paris-Saclay merupakan salah satu universitas terkemuka di Prancis dan berada dalam jajaran 100 besar dunia.
Dalam QS World University Rankings 2027, universitas tersebut berada pada peringkat ke-76 dunia. Kekuatan Paris-Saclay terutama terletak pada pendidikan pascasarjana dan ekosistem penelitian yang kuat, sehingga dinilai relevan dengan agenda Undip untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, riset, serta jejaring akademik internasional.
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari komunikasi kedua institusi yang dimulai melalui pertemuan di Angers, Prancis, pada 1 Juli 2026 dan dilanjutkan dengan sejumlah pertemuan daring. Kedua universitas menargetkan penyusunan dan finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) dapat diselesaikan pada 2026. Salah satu agenda strategis yang dibahas adalah membuka jalur bagi dosen Undipuntuk menempuh pendidikan doktoral di Université Paris-Saclay.
Dalam lima tahun mendatang, Undip menargetkan dapat mengirim sekitar 4–8 dosen setiap tahun melalui dukungan beasiswa, termasuk LPDP, baik di bidang STEM maupun non-STEM. Kerja sama tersebut juga diarahkan pada pengembangan skema co-supervision yang memungkinkan mahasiswa doktoral memperoleh pembimbing dari Université Paris-Saclay dan Undip.
Wakil Rektor IV Undip, menegaskan bahwa kerja sama internasional yang dikembangkan Undip harus bergerak dari sekadar kesepakatan kelembagaan menuju program yang menghasilkan dampak akademik terukur.
"Target kita bukan berhenti pada MoU, tetapi bagaimana kerja sama ini membuka kesempatan studi doktoral bagi dosen, menghasilkan riset dan publikasi bersama, memperkuat mobilitas mahasiswa dan dosen, serta membangun jejaring akademik yang berkelanjutan,” ujarnya melalui rilis Jumat 11 Agustus 2026.
Menurutnya, internasionalisasi merupakan salah satu instrumen penting untuk mempercepat peningkatan kualitas akademik sekaligus memperkuat posisi Undip dalam percaturan pendidikan tinggi global. “Untuk bergerak menuju 500 besar dunia, Undip perlu membangun sustained partnerships dengan universitas bereputasi internasional,” tambahnya.
Selain pendidikan doktoral, kedua universitas membahas pengembangan staff exchange, visiting lecturer, visiting researcher, joint research, joint publication, serta kemungkinan program double degree. Undip juga merencanakan mobilitas mahasiswa, khususnya mahasiswa International Undergraduate Program (IUP), untuk mengikuti pertukaran akademik di Université Paris-Saclay dan sebaliknya.
Delegasi Undip juga mengunjungi sejumlah fasilitas riset dan laboratorium di Université Paris-Saclay. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai pengembangan ekosistem riset yang mengintegrasikan universitas, laboratorium, pusat penelitian, inovasi, serta jejaring industri.
Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi Undip untuk memperkuat Academic Reputation, Citations, dan International Research Network (IRN) melalui kolaborasi internasional yang produktif dan berkelanjutan. Dengan penyelesaian MoU dan implementasi program-program konkret, kerja sama Undip–Université Paris-Saclay diharapkan menjadi salah satu pengungkit transformasi Undip menuju universitas berkelas dunia dengan reputasi akademik dan dampak riset yang semakin kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....